Posted by: M Shodiq Mustika | 17 Januari 2008

Ciuman dengan Pacar (PR untuk Penentang Pacaran Islami)

Rupanya, ketika aku beristirahat dari ngeblog, masih ada cukup banyak pengunjung blog ini. Di luar sana pun masih ada banyak yang memperbincangkan tema yang amat menarik ini.

Kuperhatikan, orang yang terang-terangan mendukung islamisasi pacaran semakin banyak. Namun, saudara kita yang terang-terangan menentang pacaran islami masih banyak pula. (Asyiiik! Dengan adanya pro-kontra ini, mudah-mudahan semakin dekatlah kita dengan kebenaran. Aamiiin.)

Di satu sisi, pada kedua pihak terdapat satu kesamaan yang sangat mendasar. Keduanya sama-sama berprinsip: jangan dekati zina.

Di sisi lain, terdapat satu perbedaan yang kecil (furu’) antara kedua pihak. Pendukung islamisasi pacaran menyatakan bahwa dalam pacaran, kita tidak harus mendekati zina. Sedangkan penentang pacaran islami mengklaim bahwa orang pacaran itu pasti mendekati zina, sehingga mustahil ada pacaran yang islami.

Pada kedua pihak, ada sedikit perbedaan pandangan mengenai apa yang dimaksud dengan “mendekati zina”. Sekalipun demikian, keduanya sepakat bahwa aktivitas yang merangsang syahwat, seperti berciuman, pastilah tergolong “mendekati zina”.

Oleh karena itu, aku jadi tertarik mengajukan PR (lagi) kepada para penentang pacaran islami:

Selenggarakanlah sensus terhadap semua orang yang pacaran. Ajukanlah satu pertanyaan: “Pernahkah kamu berciuman dengan pacarmu?”

Oh iya, kayaknya sensus itu terlalu berat. Sebagai gantinya, adakanlah penelitian ilmiah terhadap sampelnya saja.

Mungkin kita pernah mendengar adanya survei yang memamerkan bahwa “97% cewek Yogya sudah tidak perawan lagi”. Atas dasar ini barangkali ada yang menduga, tentunya 100% orang yang pacaran itu berciuman. Namun, survei tersebut keliru dan tidak ilmiah sama sekali. Dalam hal ini, M Fauzil Adhim menanggapi bahwa kalau tidak memanipulasi data, maka sang peneliti “tidak terlalu menguasai metodologi penelitian sehingga salah dalam mengambil sampel”.

Untuk saat ini, kami saksikan ada beberapa penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa tidak semua orang yang pacaran itu berciuman. Lihat saja salah satu penelitian ilmiah terhadap kalangan remaja yang sedang atau pernah pacaran. Di Medan, 73% responden nggak berciuman dan 96% responden tidak bersanggama. Di Yogyakarta, 76% nggak berciuman dan 92% tidak bersanggama. Di Surabaya, 73% nggak berciuman dan 97% tidak bersanggama. Artinya, hampir semua remaja yang pacaran di kota-kota itu nggak berzina dan sebagian besar tidak berciuman! (Lihat Masri Singarimbun, Penduduk dan Perubahan, hlm. 115.)

Pada sebuah artikel di situs BKKBN, kami jumpai hasil penelitian serupa. Di situ dinyatakan bahwa dari 170 SMA di Jakarta, ternyata “95 persen gaya pacaran para siswa masih menganut pola lama dengan hanya mengobrol” dan hanya “20 persen” siswa tidak keberatan ciuman dengan pacar. Lagi-lagi, penelitian tersebut membuktikan bahwa pacaran itu tidak identik dengan “mendekati zina”.

Sementara itu, diberitakan di harian Fajar bahwa 47% pelajar di empat SMA NEGERI di Makassar yang pacaran ternyata menolak ciuman. Hanya 20% yang menikmatinya. Ini pun menunjukkan bahwa pacaran itu tidak identik dengan “mendekati zina”.

Tanggapan

[...] Mereka sendiri mengatakan, “Cinta adalah kebijaksanaan. Penghormatan dan penghargaan terhadap martabat orang lain.” (KHP: 25 8) Bahkan, mereka yakin, “seks tidak sama dengan cinta. … Cinta adalah perwujudan dari kasih sayang, sementara ngeseks adalah aktivitas biologis.” (JNC: 77) Contohnya pun telah mereka kemukakan: Seorang pemuda berusia 19 tahun “melakukan senggama dua kali sebulan. Partnernya adalah teman-teman sendiri, janda-janda yang kesepian atau tante. [Tetapi] ia tidak pernah … bersenggama dengan pacarnya sendiri.” (PDKI: 54-55) Jadi, pacaran tidak “selalu menjurus pada seks” dan karenanya tidak harus mendekati zina. [Untuk bukti-bukti obyektif bahwa pacaran itu tidak “selalu menjurus pada seks”, lihat artikel Ciuman dengan Pacar.] [...]

pertanyaan saya?
apakah Bapak yakin bahwa sample dari penelitian tadi saat ini akan tetap menjawab bahwa mereka tidak mau berciuman dengan pacar?
bisa jadi, sample2 tadi belum lama pacaran atau belum begitu mendapat godaan dari syetan yang terkutuk.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Kalau Anda ragu, silakan lakukan penelitian ilmiah sendiri.

@fatih

dunia emang semakin parah
tapi insyaAllah g semua orang ikut2 parah ko

wassalam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Saudaraku–Barokalloh fiik,

Syahwat terhadap perempuan adalah syahwat yang paling membahayakan dan menundukkan akal, terjadinya karena adanya percampuran antara laki-laki dan permpuan yang bukan muhrim nya, sehingga kita bisa saling melihat/mendengar/merasakan(menyentuh) antara satu dengan yang lain…
apa benar itu adalah sebabnya?

Kenapa kita di suruh puasa ketika belum mampu untuk menikah, kok tidak di suruh untuk pacaran secara Islami?
kenapa seorang wanita diwajibkan mamakai hijab untuk menutupi aurat mereka terhadap laki2?
kenapa antara laki2 dan perempuan yg bukan muhrim diperintahkan untuk saling menundukan pandangan?

Adakah Rosulullah mengajarkan kepada kita untuk berpacaran secara Islami ketika kita menyukai seseorang?

Kalau ingin menafsirkan Tafsirkan seperti Allah dan Rosul Nya inginkan… jangan menafsirkan dengan nafsu…

Afwan jika ada kata yang kurang berkenan… T-T

kita adalah saudara…
“Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin yang lain”

islam ini indah, jangan biarkan keindahan ini menjadi keruh, saling mengore, saling menasihati, saling memberi ilmu, kita terima ilmu yang haq dengan lapang data meskipun terkadang sulit hati ini untuk menerima karena (mungkin) ego, keterbatasan ilmu, fanatik golongan, partai atau sebab lain.

Waasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Tanggapan M Shodiq Mustika:

wa’alaykum salam warahmatullah wabarakatuh

hakikat pacaran islami adalah “puasa”; jadi, menjalankan pacaran secara islami itu tidak bertentangan dengan perintah Rasul itu, tetapi justru mengamalkannya. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/09/saat-terbaik-untuk-pacaran/

salamualaikum…

hemm ilmu agama saya masih kurang sekali.. tapi kalu boleh saya sedikit berbagi… saya pernah terjerumus, pacaran menjerumuskan saya ke dalam dunia perzinahan, lebih dalam lagi terjerumus kedalam dunia yang lebih hitam,, kalau anda tau bagaimana nafsu itu sungguh membutakan mata hati,,,

dosa saya sungguh menggunung, setelah azab datang barulah saya tersadar, janganlah teman2 mengkuti mulanya simple hanya pacaran.. tapi at the end, terpuruk.. tolong janganlah mendekati zina..

kalau saya sarankan tunggu sampai siap untuk menikah, lalu bertaaruflah carilah yang terbaik, menikah itu lebih baik..

saya yakin tulisan anda mungkin memiliki tujuan yang baik, tapi saya khwatirkan malah tulisan anda malah memberikan lampu hijau untuk teman teman yang lain untuk melakukan pacaran, dan maaf mungkin ini malah menjerumuskan…. T_T terjerumus ke jalan itu sungguhlah tidak mudah.. dan azab itu teramatlah pedih..

maaf kalau mungkin kata kata saya banyak yang salah.

salam..

[...] sekitar seperempat dari orang yang lakukan pacaran ternyata pernah melakukan ciuman. (Lihat http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/) Di sinetron atau pun novel remaja yang mengisahkan perilaku pacaran, sering kita jumpai adegan [...]

[...] [1] Tidaklah benar bahwa segala jenis pacaran itu diharamkan. Yang terlarang hanyalah yang “mendekati zina”. Padahal, pacaran itu tidaklah identik dengan “mendekati zina”. Lihat artikel Ciuman dengan Pacar. [...]

Ya… untuk mengenal lebih dalam… kita telusuri dulu aja apa itu pacaran…..visi dan misinya pacaran / tujuan dari pacaran kalo perlu….. tahapan-tahapan setelah pacaran …… kenapa harus pacaran….. Apa bedanya dengan ta’aruf……
Karena menurut saya segala sesuatu yang kita lakukan haruslah bisa dipertanggungjawabkan…. ketika kita pacaran….tanggungjawab apa yang akan kita terima…. atau kita pacaran karena kita ingin lepas dari tanggunjawab…. daripada menikah yang besar tanggungjawabnya, lebih baik kita pacaran…. apakah itu dasar pemikiran kita pacaran…. lalu bagaimana jika nanti kita meninggal dan di alam barzah kita ditanya malaikat….. kenapa kamu pacaran…. untuk memuaskan nafsu semata…………brrrr……. kita taulah apa yang akan terjadi selanjutnya…..
jadi, bagi saya bukan masalah pacarannya, mendekati zinanya, tetapi lebih ke pertanggungjawaban nanti di akhirat…..
terima kasih…. maaf jika salah atau sok tau……

Ini situs bukan mengajarkan yang benar!!
JAngan tertipu..
YAHUDI LO

Tanggapan Admin:
Salah satu ciri utama ekstrimis/teroris: suka berburuk-sangka dan menuduh tanpa bukti sama sekali. Lihat
http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh/

[...] begini ustad, kita bisa lihat gaya pacaran anak muda zaman sekarang. . . memang cukup mengkhawatirkan, misal nya masalah ciuman!!! [...]

masak sih ….
dari teman-teman gue sih ngak gitu, malah lebih parah. bukan ngeraguin metode nya…. tapi saya pernah ngobrol dengan adek saya, sedang adek saya pacaran di tempat saya kuliah dan keterangan itu dia dapat dari pacarnya yang kuliah dia bilang hampir temannya udah …. (….lebih parah dari hubungan ciuman). saya terkejut tapi apa boleh buat soanya saya ngak kuliah di badan stastik, atau pyskology, atau yang lainnya, tugas kuliah teknik aja uda se abrek. cuma bisa ngucam astagfirullah, mudah-mudahan ngak terjadi oleh orang-orang terdekat saya.

Tanggapan M Shodiq Mustika

Baru tahu, ya?
Itulah pentingnya statistik dan penelitian ilmiah. Kalau cuma berdasar pengalaman diri sendiri, teman2, atau cerita dari saudara saja, kurang dapat dipertanggungjawabkan. Dan metode penelitian ilmiah itu sesuai dengan ajaran Al-Quran yang melarang kita untuk bersangka buruk, terutama dalam masalah zina.

Dan mengapa di waktu mendengar berita bohong itu, kamu tidak berkata: ‘Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan [berita bohong] ini. Mahasuci Engkau [wahai Tuhan kami], ini adalah dusta yang besar’?” (QS an-Nuur [24]: 16)
Dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian besar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.” (QS an-Nuur [24]: 11)

mungkin ‘pacaran islami’ hanya istilah saja untuk ta’aruf (maaf, pengetahuan agama saya sangat terbatas) saya tidak merasa pacaran dg suami saya sekarang, karena menurut saya pacaran adalah yg saya lakukan jmn jahiliyah dulu. jadi, dp ribut gak keruan, mending ambil jalan yg ditetapkan Rasulullah SAW. jgn lama2 ta’aruf-nya

Tanggapan Pengelola:
Yang ribut ‘kan mereka yang menentang islamisasi pacaran. Kami sih tenang-tenang saja mengikuti dalil Al-Qur’an dan hadits shahih. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/ dan http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/

Data kehamilan remaja di Indonesia menunjukkan hamil di luar nikah karena diperkosa sebanyak 3,2 %; karena sama-sama mau sebanyak 12,9 % dan tidak terduga sebanyak 45 %. Seks bebas sendiri mencapai 22,6 %.

Demikian dibeberkan oleh pengamat kesehatan reproduksi remaja Dr Boy Abidin SpOG usai menjadi salah satu pembicara sex education di SMA 68, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2007).

Prediksi tahun 2009 ialah, 99 % hamil diluar nikah akibat adanya pacaran islami,,, tuh kan???

Tanggapan Admin:
Data tersebut mengenai persilaku seksual remaja, bukan mengenai perilaku pacaran, apalagi yang islami! Dari mana Anda tiba-tiba berprediksi bahwa “tahun 2009 ialah, 99 % hamil diluar nikah akibat adanya pacaran islami”? Apakah Anda tidak membaca hasil survei ilmiah mengenai perilaku pacaran yang sudah disebut di artikel di atas?

Dr sekian byk tmnq,udh pd pnh ciuman,or lbh.Wkt q diskusi klompok,q bilg kl aq lum pnh kiss,e..mlah d ktawain.Trz q prg k psikolog,tyt presentasena lbh dr 50% udh brgaul bbs/free sex.Jd kl pcrn islami cm istilah aj x,kn zina jg mcm2:mata,hati,fisik,dll

Tanggapan Admin:
Pengamatan pribadi menghasilkan jawaban yang berlainan. Itulah sebabnya kita membutuhkan penelitian ilmiah-obyektif yang hasilnya sudah kami cantumkan dalam artikel di atas. Apakah Anda belum membacanya?

keren-keren

hmm
ada yang bertanya arti cinta?

kasihan cinta
karna dia dikhiianati qt
padahal dialah
yang tundukkan mentari dan bintang lainnya
bumi dan planet lainnya

kasihan cinta
karna dialah yg mbuat air mata menetes
dari seorang yg trtunduk khusuk tengah malam
tp qt bawa2 dia
ke sisi hitam hati kita

akulah
orang jatuh cinta
tp tak kurasakan manisnya
tp kurasakan perihnya
tak kurasakan riangny
tapi kurasakan sepinya

tapi
bahagia
tak mesti manis bukan?
bahagia juga tak mesti riang bukan?
bahagia adalah syukur kita
syukur meski kita perih
syukur meski kita sepi

dan ku bahagia
karena keindahan itu masih kuharapkan

Tanggapan Admin:
hmm
ada yang bertanya arti syukur?

Leave a response

Your response:

Kategori