Diskusi: Haruskah kita sembunyikan Sunnah Nabi?

Bagaimana dengan Fatwa2 para alim ulama, sudah jelas pacaran itu Haram.

Tidak demikian. Sebenarnya, Siapa sajakah ulama terkemuka yang menetapkan fatwa haramnya pacaran?

Bagaimana bisa menetukan fatwa sendiri?

Saya bersandar kepada sejumlah ulama terkemuka. Pada artikel itu pun sudah saya nyatakan: “Bukti kami bisa dilihat di halaman Taman Cinta Ibnu Qayyim, artikel Mesra Tanpa Zina ala Ibnu Hazm, dan artikel Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran ala Abu Syuqqah.” Apakah Anda belum membacanya?

Blog ini bisa dijadikan pembenaran bagi mereka yg sedang di mabuk asmara, hati2..

Terima kasih atas nasihatnya.
Memang, sebagaimana tradisi taaruf pranikah yang mengandung bahaya bid’ah, budaya pacaran pun rentan akan bahaya “mendekati zina”. Oleh karena itulah kita harus selalu menjalankan proses islamisasi terhadap kedua macam budaya ini.

Untuk itu, kami tidak berhenti pada pernyataan “pacaran yang islami itu ada”. Kami pun menunjukkan Panduan Pacaran yang islami.

anda sudah menjerumuskan…..sekali lagi ini pendapat saya.

Berpendapat boleh-boleh saja. Tapi menuduh tanpa bukti itu apa bedanya dengan fitnah?

Lihatlah postingan di blog ini, judul2nya betul2 diluar batas2 syar`i. sampai2 ada judul Nabi Muhammad pun pernah pacaran,

Lagi-lagi Anda menuduh tanpa bukti. Mengapa judul “Nabi Muhammad pun pernah pacaran” Anda tuduh sebagai “betul2 diluar batas2 syar`i”? Apakah Anda sudah membaca isinya?

Postingan tersebut merupakan jawaban terhadap pertanyaan dari seorang pembaca, “Apakah pernah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah? Apakah pernah salah satu sahabat Rasulullah SAW pernah pacaran sebelum menikah?”

Ternyata dari hadits shahih dan kitab siroh Nabi, saya dapati bahwa memang Rasulullah saw. pernah melakukan pacaran. Karena itulah saya menjawab, “Nabi Muhammad pun pernah pacaran.” (Apakah menurut Anda, saya harus menyembunyikan sunnah beliau ini?)

Bahwa gaya pacaran beliau itu jauh berbeda dengan gaya pacaran orang-orang pada umumnya, saya pun di postingan tersebut mengungkapkan: “… model kerjasama ala Khadijah-Muhammad itu dapat kita jadikan teladan. Dengan si dia yang Anda sayangi, Anda dapat menjalin kerjasama bisnis, belajar bersama, atau pun melakukan kegiatan bersama lainnya yang membawa manfaat sebesar-besarnya.”

& Komentar

  1. Akhina Ifa berkata,

    15 Juli 2008 pada 15:28

    Anda:
    Ternyata dari hadits shahih dan kitab siroh Nabi, saya dapati bahwa memang Rasulullah saw. pernah melakukan pacaran. Karena itulah saya menjawab, “Nabi Muhammad pun pernah pacaran.” (Apakah menurut Anda, saya harus menyembunyikan sunnah beliau ini?)

    Tapi tujuannya pengenalan kan bukan… untuk berleha-leha.

    Namun, lihatlah siapa target anda?

  2. Akhina Ifa berkata,

    16 Juli 2008 pada 12:56

    Jgn percaya!!!
    Sang penulis mencoba menipu dari retorikanya
    Banyak hadist dan ayat alquran sepertinya di salah artikan tafsirannya
    Mau bukti…
    Lihat saja kenaifan dari cara berfikir retorikanya.

    Knp demikian. Karena bagisaya sang penulis adalah PENGECUT