Alhamdulillah di pengunjung blog ini masih ada yang pikirannya bersih, jernih dan tidak mengedepankan hawa nafsu. Beda halnya dengan si Shodiq ini yang dengan enteng dan dangkalnya mentafsirkan pacaran (yang jelas2 harom) adalah hal yang diperbolehkan bahkan harus didukung bila tidak sampai berbuat zina. Masya’ Alloh!
ini salah satu bukti kemunduran umat Islam saat ini. Yang baru tau sedikit berlagak sok tahu, yang masih belum tahu tanpa pikir panjang mengambil pendapat yang sok tahu tanpa mengkaji dan membandingkan dengan pendapat ulama-ulama lain yang masih hanif.
Yang dapat saya simpulkan dari si Shodiq ini dia orang LIBERAL yang berani mereduksi kandungan Qur’an dan mengkritik Sunnah Rasulullah.Kalau si shodiq dari awal ngaku orang LIBERAL saya gak akan ada masalah dengan tulisan apapun yang kontroversial yang dia tuliskan.
Paling komment saya ini tidak berani dia tampilkan.
Demikianlah kecaman dari seseorang yang menyebut dirinya Kopral Bambang. Berikut ini adalah tanggapan dari saya, M Shodiq Mustika:
@ Kopral Bambang
1) Biarlah Allah Sang Mahatahu yang menilai siapakah yang sesungguhnya mengedepankan hawa nafsu dan siapa pula yang sok tahu.
2) Manakah dalil qath’i yang jelas2 mengharamkan pacaran? Lihat Halal-Haram Pacaran (Dalil Mana Yang Lebih Kuat?) dan Bantahan terhadap Penentang Dalil Pacaran.
3) Interaksi islami pria-wanita yang TIDAK mendekati zina memang perlu didukung. Apa salahnya? Aneh sekali mengapa Anda justru menentang perilaku islami yang TIDAK mendekati zina. Atas dasar apa?
4) Kami sudah mengkaji pendapat ulama-ulama yang “hanif” (lurus). Lihat Panduan Pacaran dan Siapa sajakah ulama terkemuka yang menetapkan fatwa haramnya pacaran? Bahkan, artikel yang sedang Anda komentari ini pun merujuk kepada Ibnu Qayyim. Apakah Anda belum tahu bahwa beliau itu tergolong ulama yang “hanif”? Selain itu, kami pun sudah memeriksa bahwa Muhammadiyah menerima keberadaan pacaran dalam Islam. Apakah dengan demikian, Anda beranggapan bahwa ormas Islam ini telah menyimpang dari Islam?
5) Janganlah Anda bersangka-buruk tanpa bukti sama sekali! Di kalimat manakah saya mereduksi kandungan Al-Qur’an? Di kalimat manakah saya mengkritik sunnah Rasulullah?
6) Walau tidak marah dijuluki “liberal”, saya tidak mengklaim diri sebagai “orang liberal”. Saya lebih suka disebut “muslim pengikut Nabi Muhammad“.
7) Tulisan yang kontroversial menurut Anda dan teman-teman Anda belum tentu kontroversial pula dalam pandangan orang lain. Bagi teman-teman kami, justru pandangan Andalah yang kontroversial karena Anda menentang perilaku islami yang TIDAK mendekati zina.
Benarkah kami tidak berani menampilkan komentar Anda tersebut? Para pembaca bisa memeriksa sendiri komentar Anda yang bahkan kami kutip di atas.
Wallaahu a’lam.
Posted by riko on 10 Februari 2009 at 11:47
aslm_____
aq puny teman,,,dia selalu menyindir aq pacaran______pd suatu ketika ia sendiri yang pacarn____
aq kecewa sm dia____ ternyata tmn saya tu org yang munafik_____
Posted by M Shodiq Mustika on 10 Februari 2009 at 15:20
@ riko
Kami juga ada pengalaman serupa. Lihat artikel “Menolak pacaran? Jangan munafik!“