<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fiqih Asmara</title>
	<atom:link href="http://wppi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wppi.wordpress.com</link>
	<description>hukum Islam mengenai percintaan pria-wanita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 May 2009 12:16:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='wppi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/b0f81413ff8ccefb0a99cea12032afce?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fiqih Asmara</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Konsultasi: Bagaimana Akhwat Mengatasi Virus Merah Jambu</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2009/05/12/konsultasi-bagaimana-akhwat-mengatasi-virus-merah-jambu/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2009/05/12/konsultasi-bagaimana-akhwat-mengatasi-virus-merah-jambu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 12:16:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/2009/05/12/konsultasi-bagaimana-akhwat-mengatasi-virus-merah-jambu/</guid>
		<description><![CDATA[Ustadz M.Shodiq yang saya hormati. Saya [seorang akhwat] ingin bertanya kepada Ustadz. Mengenai beberapa hal, bolehkan Ustadz?
Saya Mahasiswi Smester 1, Umur saya 18 tahun. Maret ini 19 thn. sebelum memasuki dunia kuliah. saya memang telah mengenakan Hijab.
Setelah tamat, Allah menganugrahi saya Nikmat Ukhuwah dengan memperkenalkan saya dengan saudara2 Akhwat yang berkecimpung didalam Aktivis Penyiaran Radio [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=132&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Ustadz M.Shodiq yang saya hormati. Saya [seorang akhwat] ingin bertanya kepada Ustadz. Mengenai beberapa hal, bolehkan Ustadz?<br />
Saya Mahasiswi Smester 1, Umur saya 18 tahun. Maret ini 19 thn. sebelum memasuki dunia kuliah. saya memang telah mengenakan Hijab.<br />
Setelah tamat, Allah menganugrahi saya Nikmat Ukhuwah dengan memperkenalkan saya dengan saudara2 Akhwat yang berkecimpung didalam Aktivis Penyiaran Radio Dakwah Mujahidin dikota saya. Saya bersyukur sebelum memasuki dunia kuliah, Allah mengizinkan saya ntuk memiliki teman Saleh &amp; saleha pilihan Allah, banyak perubahan yg saya Alami, terutama ghiroh smangat saya dalam mendalami Islam, didukung lagi ketika saya memasuki dunia kuliah, ana seperti terbawa didalam keindahan Ukhuwah para Aktivis Dakwah kampus. &amp; Mulai saat Itu hingga saat ini, ana semangkin semangat mendalami Islam, mendalami Tarbiah, meningkatkan amalan Sunnah, Menghadiri Majelis Ta&#8217;lim Sepekan 2X, Diluar kampus, Ana Liqo&#8217;an bersama Teman Ana diMujahidin kebetulan beliau adalah Murrabbi ana. &amp; dikampus, kaka&#8217; Tingkat ana yang menjadi Murrabbinya. Setelah ana Resmi mereka bina &amp; sukses membuat ana menjadi seorang Akhwat (entah lah, itu kata mereka, meski Jilbab lebar, Rok &amp; kaos kaki mati-mati&#8217;an ana pertahankan, Ana merasa Ana belum pantas dikatakan seorang Akhwat, karna Ana tetap merasa seorang Muslimah Yang Ammah &amp; minim penghayatan untuk mengaplikasikan Apa yang teman2 Akhwat &amp; Murrabbi ana katakan), salah satunya Mengenai PACARAN,</p>
<p>yang ingin saya tanyakan Ustadz.<br />
Wktu pertama kali Ospek ana nyeleneh ketika senior2 Pria Meminta Nomer Hp Ana (afwan Ana pun memberinya). Lalu Ana sering mendapat salam dari kaka-kaka Tingkat untuk ana, bahkan ada yang meminta nomer Hp ana melalui teman kelas Ana, pertama tidak anak kasi, karna keseringan meminta lagi, ana pun luluh &amp; memberi kan nya.<br />
Lalu sering nya ana mendapat pesan singkat berupa perhatian berupa peringatan untuk shalat, menanyakan kabar, bahkan masalah sudah makan atau belum, jujur (Ana Risih dibuatnya).</p>
<p>Dilain itu, ada seorang Pria diluar lingkungan Kampus Ana, &amp; berstatus duda ingin melamar ana. Ana kenal dengan pria ini ketika ana masih duduk dibangku kelas 3 SMU, dulu ia belum menikah pun mau langsung menikahi ana, ana bingung kala itu Ustadz, selain tak memiliki Rasa Cinta, ana pun masih berstatus plajar (afwan, pria ini Ikhwan yang slalu menjaga shalat &amp; terlalu Fanatik, dulu ana tak senang karna Ana dulu masih berstatus Jahil &amp; belum menjadi Akhwat, jd ana masih begitu down ketika Langsung diajak menikah) kenyataan nya saat itu, ana pun menolak nya, dengan Alasan masih ingin melanjutkan. Meski ketika itu ana terlintas fikiran (Afwan Ustadz, Afwan Jiddan, ketika ana masih jahil, ana berfikir, &#8220;gw Mainin aja ni Orang&#8221; [kebetulan pria tersebut adalah salah satu Oknum kepolisian], &#8220;Alhamdulillah, hal tersebut tak ana Lakukan). Malas menunggu Ana, Pria itu pun Menikah, namun Allah berkehendak lain, kurang dari 1O bulan, Istrinyapun Meninggal ketika Persalinan. Ana mendapat kabar ketika Ana baru Mendaftar diperguruan Tinggi, saat Itu, ana belum kenal teman2 Akhwat Ana diMujahidin Maupun para Aktivis Dakwah kampus, ana masih sempat Bertemu dgn Pria tersebut, setelah Memasuki dunia kuliah, semua Pemahaman serta Doktrin yang melekat diotak ini pun seketika berubah.<br />
Saat pertama2 Liqo&#8217; ana sempat VMJ dgn salah seorang Ikhwan yg selalu berghadul Bashar, selain Tampan Ikhwan tersebut juga memikat Teman2 Ana yang Ammah Untuk ikut Mentoring demi tu Ikhwan. Ustadz Ana bingung saat itu, ana berani bermain api. Sementara nurani ana berkata itu fitrah, namun nurani lain berkata bahwa itu Nafsu. Ana pun sharing bersama Murrabi Ana yang berada diMujahidin (Aman, krna beliau tak bersosialisasi bersama ana dikampus), 1 kata yang buat ana patah arang yaitu; &#8220;pasti Ikhwan Tersebut ga&#8217; mau diajak Pacaran&#8221; Lemah ana pun menjawab &#8220;iya sich&#8221; minggu2 berikutnya ana mulai terbuka pada salah seorang Akhwat, Yang sangat Ana percaya, meski tak bilang ana VMJ dgn Ikhwan Partner Sejati mereka. Singkat Ana menjelaskan, bahwa ana sedang terserang VMJ. Beliau hanya menjawab &#8220;berpuasalah, &amp; meminta pertolongan pada Allah&#8221;.<br />
Yah ana paham, mulai saat itu, ana pun mulai membenahi diri, ana bercermin, ternyata begitu banyak Noda dihati ana, &#8220;Astaghfirullah hal Azzim&#8221;.<br />
Alhamdulillah Ustadz, berkat pertolongan Allah, Penyakit VMJ (VIRUS MERAH JAMBU) Ana pun sembuh.<br />
Setelah ana melewati Ujian tersebut. Ana Lagi2 mendapat Ujian. Yaitu dari pria duda yang ana bahas diatas, Mengajukan Lamaran kembali, ditahun 2OO9 ini, ia akan Ta&#8217;ruf dengan Keluarga Ana. Jujur Ustadz, perasaan ana ketika jahil dulu berbeda dgn sekarang. Ana yg kini faham dengan Prosesi ta&#8217;ruf, Pacaran setelah nikah, / pacaran secara Islami, mulai simpati dengan kesalahen (afwan dulu ana tak melihat dari kesalahen nya, melainkan kepoloson, kekunoan bin kampungan, fikir ana saat itu, &#8220;Lha ni Orang mau nikahin Orang yang belum dikenalnya terlebih dahulu&#8221;).<br />
Ya Ustadz,<br />
sekarang ana benar2 didalam kebingungan, Ana malu untuk berbicara pada Murrabbi ana. Ana hanya bisa berdoa, memohon yang terbaik dari Allah.</p>
<p>Yang ingin Ana Tanyakan Ustadz:</p>
<p>1). Haruskah Ana menerima Lamaran nya, agar tak terjadi Fitnah, jika ia sillaturahim kerumah Ana seorang diri, sementara Ana, tentu pasti berkhalwat dgn ny berdua meski diruang tamu dgn Cahaya Lampu yang begitu terang?</p>
<p>2) Apakah bisa cinta itu tumbuh sementara Ustadz Sendiri tau bahwa kami jarang sekali bertemu.</p>
<p>3) bagaimana ketika Ana memilihnya, tiba2 Ikhwan yang tadi ana ceritakan kpn2 bs membuat hati ini kembali Terserang &#8220;Naudzubillah&#8221; Ustadz tau bukan, meski sudah sembuh dr VMJ diatas. Ikhwan tersebutlah yang pertama menanamkan bibit VMJ Trsebut?</p>
<p>3) apakah berdosa jika ana kembali mematahkan hati sang duda untuk ke 2 kali ny. Dgn menyuruhnya menunggu ana selesai kuliah, sementara selama prosesi (insyaAllah wisuda) berlahan Ana mencari Ikhwan yang jauh lebih baik lagi, apakah itu suatu kedzaliman?</p>
<p>4) apa kah benar, suatu ketika MR ana berkata, &#8220;jika kita keburu-buru didepan ada seseorang yg Mungkin Mapan meminang kita sekaran&#8221; akan menutup jalan kita untuk mendapat kan yang lebih baik nya lagi kedepan?</p>
<p>5) bagai mana jika suatu saat, ana melepaskan duda tersebut, dan kedepan ana pun tak mendapatkan Ikhwan yang ana inginkan? Apakah pilihan Ana?<br />
Menerima Lamaran nya kah, atau menolaknya?<br />
Bagaimanakah dgn Ikhtiarnya Ustadz?</p>
<p>6) ustadz, apa kah dengan menikah, ana lebih bisa menjaga hati, atas risih nya ana dengan SMS kaka&#8217; COWO tingkatan ana trhadap ana?</p>
<p>7) Ustadz, bolehkah jika saya mengajukan Proposal bagi Pria yg Ingin melamar saya ini, dengan Proposal kesepakatan, bahwa ia harus menjaga Prefesi ana, terutama dalam Hal Dakwah, kampus, ta&#8217;lim, Pengajian, ataupun Taujih. Serta Agenda2 keagamaan Ana lain nya?</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Ustadz, lalu jika salah satu Poin diatas tak ia setujui, bolehkah saya menolak Lamaran nya. Dengan Alasan, bahwa ana harus&amp; wajib memegang Amanah dakwah. (meski ana harus berimbang dalam hal2 mengurus rumah Tangga).</p>
<p>9) ustadz Ana takut salah niat, menerima Lamaran nya saat sekarang, hanya karna ia telah Mapan secara Materi, Memiliki Rumah Pribadi, Mandiri &amp; (kesalehannyapun yang ana tau, shalat berjamaahnya yg tak lepas), namun Ana belum mengetahui amalan2 Sunnah Lain &amp;tarbiah nya, meski ia bersosialisasi dilingkungan Ikhwan Santri.</p>
<p>1O) Bagaimana cara ana menjelaskan Prihal ini jk Ia menyetujui Proposal permintaan ana, &amp; ana menerima lamaran nya. Kepada Orang tua, Teman, keluarga, &amp; MR ANA?<br />
(NB: Pria tersebut juga kini sedang melanjutkan kuliah PROGRAM Ekstensi DiSTAIN jurusan Dakwah).</p>
<p>USTADZ, ana berharap Ustadz Menjawab 1O Poin pertanyaan ana. Jikalaw ada, boleh kah ana meminta Hadits/ Ayat Quran mengenai persoalan ana Ustadz.<br />
Agar ana Mantap dalam mengambil keputusan. Afwan Ya Ustadz.<br />
Terlalu panjang &amp; merepotkan, smoga dalam membaca curhat Saya ini, Ustadz diberikan Waktu yang Penuh barokah Oleh Allah SWT.<br />
Smoga Uneg-Uneg ini, mewakili keragu-raguan ana, dalam memilih, bersikap &amp; menentukan keputusan. Agar tak ada penyesalan kedepan.<br />
Wallahualam.<br />
Maafkan ke daiffan ana jika terdapat kata2 yang kurang berkenan bagi Ustadz. Ana Mohon Maaf sebesar2 nya. Dan berharap, agar Ustadz Membacanya secara Terperinci. Serta jawaban yang Mengalir dari Ketulusan Hati Ustadz. AMIN</p>
<p>JAZAKUMULLAH Ustadz..!!</p></blockquote>
<p><span id="more-132"></span>Alhamdulillaah&#8230; Ana bersyukur dipercaya mendapat pertanyaan yang cukup banyak dari seorang shalihah.</p>
<p>Dengan pertanyaan yang cukup banyak itu, ana membutuhkan waktu untuk menjawabnya satu demi satu. Sekarang, ana hendak menyampaikan jawaban yang singkat lebih dulu. Namun sebelum itu, ana mau bertanya kepada ukhti:</p>
<p>Dari mana ukhti mendapat alamat eMail ana ini? Buku ana yang manakah yang pernah ukhti baca? Blog ana yang manakah yang pernah ukhti kunjungi?</p>
<p>Jawaban ukhti atas pertanyaan-pertanyaan ana tersebut akan memudahkan ana nanti dalam menyampaikan jawaban rinci atas pertanyaan-pertanyaan ukhti kemarin.</p>
<p>Sekarang, ini dia jawaban singkat ana:</p>
<p>Dalam waktu dekat ini, Ukhti belum perlu menjalin ikatan pranikah, apalagi ikatan pernikahan. Bagi ukhti saat ini, pernikahan belum menjadi kebutuhan yang mendesak. Yang lebih mendesak bagi ukhti saat ini, selaku aktivis dakwah &#8220;tingkat pemula&#8221;, ialah lebih mendalami ilmu agama dari berbagai sumber. (Afwan, ana tidak bermaksud merendahkan ukhti dengan menyebut &#8220;tingkat pemula&#8221;. Ana hanya ingin ukhti tetap tawadhu&#8217;.)</p>
<p>Memang, &#8220;menunda&#8221; pernikahan (ketika kesempatan itu tiba) ada risikonya. Akan tetapi, ana yakin ukhti mampu menjaga diri dari berbagai fitnah.</p>
<p>Demikian jawaban singkat ana. Insya&#8217;Allah jawaban rincinya akan ana sampaikan dalam beberapa hari mendatang.</p>
<blockquote><p>Sebelum nya ana mau mengucapkan terimakasih kepada Ustadz, yang telah mau menanggapi pertanyaan Ana. Meski 1O pertanyaan Ana, belum Ustadz tanggapi dan Ustadz paparkan, pun demikian Ana bersyukur kepada Allah SWT. Bahwa sesibuk nya Ustadz dengan Rutinitas yang begitu padat, sudi Menanggapi Email dari Ana. Sukron ya Ustadz.</p>
<p>Seperti yang Ustadz tanyakan dari Email Ustadz kepada Ana, Ana akan Menjawab dengan jujur karna Allah..!!</p>
<p>¤Ana Mendapat Email Ustadz dari salah satu blog Ustadz yang (entahlah tulisan nya seperti apa, afwan Ana Lupa) ana mengklik salah satu bagian link paling bawah dengan Maksud, agar Ana dapat berlangganan Artikel Ustadz di Email Ana.</p>
<p>¤saya memang pengagum buku, saya pun menemui Hidayah melalui buku. Ketika saya SMP, Buku Pertama yang saya Miliki (itu pun pemberian seseorang) berjudul Bahan Renungan Kalbu karangan Alibasya. Itulah buku yang memancing saya tuk menuju jalan Illahi &amp; lebih tertarik memahami Agama,</p>
<p>lalu ketika SMA, (kelas 1 Tepatnya) Saya Membeli buku Fiqih dari seorang Teman, ketika buku itu sah Menjadi Milik saya. (saya menghubungi nomer Handphone yang Tertera didalam nya, ternyata buku itu) masih milik yang Empunya. Hari itupun saya bertekad tuk mengembalikan. Setelah saya hubungi dan sedikit diskusi, yang Empunya bukupun mengalah &amp; Memberikan buku Fiqih Gaul Remaja itu kepada Saya. (banyak perjalanan Unik yang saya temui, &amp; semuanya berawal dari sebuah buku. &amp; masih banyak lagi. Mungkin tak cukup kata ntuk saya menuangkan nya.)</p>
<p>Kemudian Perjalanan dari kelas 1 s/d kLs 2 SMU, ana membenam kan diri pada buku2 Islami, dari Karangan Dr. Aidh al Karni, Novel2 karangan Habiburahman, Andrea Hirarta (ana pun Anti buku bajakan) dan Masih banyak Lagi, dari itu semua, kelas 3 sayapun Istiqomah mengenakan kerudung (belum Jilbab). Ketika Tamat. Ana Terseret dalam perkumpulan para Akhwat &amp; Teman2 LDK ana di kampus, mereka benar2 bersemangat Mempengaruhi ana, mulai dari Taujih, Tata cara pergaulan, Penampilan, buku-buku apapun mereka pinjamkan, terutama Akhwat Kampus ana. Disitu Ana mulai lebih ingin berpenampilan Syar&#8217;i, namun dari itu Semua, Ana Mulai kurang Membaca Novel kembali.</p>
<p>Semenjak ana memasuki dunia kuliah, ana berfokus pada studi, tak ada lagi waktu kosong seperti Ana SMU dulu. Sekarang ana sungguh sulit mengatur waktu, antara Study, Tugas Personal, sillaturahim kegiatan keagamaan dikampus lain, bahkan jdwal liqo&#8217;an Ana, terkadang bentrok dengan jam kuliah Ana. </p>
<p><img alt="" src="http://farm4.static.flickr.com/3187/2766978649_2062877e3c_t.jpg" title="buku Istikharah Cinta" class="alignleft" width="68" height="100" />Karena itu Ustadz, Ana ingin berbicara dengan jujur. Dari buku-buku karangan Ustadz belum ada satu pun yang ana baca. Namun ana akan Mencari novel Istikharah Cinta yang ana begitu penasaran (pernah ana Lihat &amp; Ana dengar dari pembicaraan para Aktivis, Novel tersebut sudah Tak Asing Lagi). Hanya Tinggal Ana, yang menunggu waktu Kosong Pasca Ujian (yang didominasi waktu yang Tepat untuk Refresh ria, bersama buku2 Tercinta, karangan siapa pun juga. Asal bukan buku2 kuliah)</p>
<p>itulah Jawaban Ana. Mengenai buku2 Karangan Ustadz yang Lain, ana Sering Melihatnya diInternet dan Ana berfikir, kapan ana bisa memilikinya, seperti Mudah nya Ana membeli Novel2 atau buku2 Islami ketika Ana duduk dibangku SMA dulu. &amp; ana menrasa ada sebuah perubahan yang jauh pada saat sekarang. Dimana ana harus mendahulukan buku-buku kuliah, Foto copy&#8217;an, tugas-tugas Makala, Presentasi, pengeprinant, &amp; pengeluaran kuliah Lain nya (Afwan Ustadz, belum berpenghasilan Gituch. yach, masih Nadah sama Ortu).<br />
Itulah jawaban Ana. Yang ana Jawab Jujur karna Allah.</p>
<p>¤kemudian Ana mengetahui Ustadz dari salah Satu blog Ustadz, Yaitu <a href="http://pacaranislami.wordpress.com">http://pacaranislami.wordpress.com</a>. Dari Opini &amp; kementar hampir tlah Ana baca keseluruhan. Banyak yang Pro &amp; kontra disitu, terutama mengenai Judul tema Ustadz, Pacaran Islami. Pertama melihatnya (afwan Ustadz, Ana pun begitu kurang Simpati, ana Rasa islam tak Pernah Mengenal kata pacaran, bukankah itu budaya barat, meski secara jujur belum sepenuhnya juga dapat ana terima, bertolak belakang pada Doktrin ana, Namun ana harus Lebih menghancurkan Keegoisan, meleburkan Keinginan Ana untuk memahami pacaran secara Islami (bahwa itu tak pernah Ada) dan Ana sebagai yang Ammah, harus Tetap berpegang Teguh pada Al-Qur&#8217;an&amp;Sunnah, bahwa pernikahan merupakan sebuah Ibadah, bukan Nafsu. Namun setelah ana membaca Artikel2 yang Lain, dan di linK<br />
(a but Of love Islam, afwan Ya Ustadz kalo tulisan nya salah). Ana jadi paham dan mengerti, Mengenai maksud, tujuan serta Ikhtiar yang sering Ustadz katakan.</p>
<p>Mengenai Ustadz yang Mengatakan ana adalah seorang Aktivis Pemula. Itu tak sama sekali membuat Ana merasa amarah, justru Ana senang dengan tanggapan, Masukan, serta komentar dari Ustadz.<br />
Semoga Allah yang dapat Membalas seluruh kebaikan, waktu, serta ilmu yang slalu Ustadz sampaikan.<br />
USTADZ&#8221; Ana harap jawaban Ana yang sederhana &amp; begitu apa adanya dari seorang yang Ammah. Dapat Ustadz Terima.</p>
<p>Ini Jawaban jujur dari Ana.<br />
Terimakasih Ustadz Atas Tanggapan nya. Yach, Lagi2 ana hanya dapat berdoa, Semoga Allah lah yang Membalas kebaikan Ustadz.</p></blockquote>
<p>Alhamdulillaah&#8230; Akhirnya hari ini ana dikarunaiai kelonggaran oleh Sang Mahakuasa untuk menyampaikan jawaban yang lebih rinci terhadap sepuluh pertanyaan ukhti di atas. Maaf, ya, ternyata setelah beberapa bulan, barulah ana sempat menjawab pertanyaan ukhti sebagai berikut.</p>
<p>1. Tidak semua khalwat dengan nonmuhrim itu terlarang. <strong>Ada jenis khalwat yang dibolehkan, yaitu yang berada dalam keadaan terawasi.</strong> Berkhalwat di ruang tamu yang terbuka, dengan cahaya lampu yang begitu terang, sehingga tak memungkinkan untuk berzina, itu tergolong berada dalam keadaan terawasi, sehingga boleh-boleh saja. </p>
<p>Penjelasan mengenai hal ini dapat ukhti simak di &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/">Pacaran Islami ala Quraish Shihab</a>&#8220;. Adapun dalilnya di &#8220;<a href="http://shodiq.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/">Shahihnya Hadits Yang Membolehkan Berduaan</a>&#8220;.</p>
<p>2. Ya, <strong>cinta antara pria-wanita itu bisa tumbuh meskipun diantara keduanya jarang bertemu, bahkan juga walaupun tidak pernah bertemu</strong>. Bandingkan dengan cinta kepada Allah dan rasul-Nya. Walau tak pernah bertatap-muka, tetaplah bisa tumbuh cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang percaya! Barangsiapa di antara kalian yang berbalik dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut kepada orang-orang yang percaya, yang bersikap keras kepada orang-orang yang ingkar, yang berjuang di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang Mahaluas lagi Maha Mengetahui&#8221; (QS. Al-Maidah: 54).</p>
<p>3. Apabila masih hendak mencari yang lain, jangan menyuruh dia menunggu. Dengan kata lain, kalau menyuruh dia menunggu, jangan mencari lagi yang lain. Sebab, menyuruh dia menunggu itu berarti membuat janji yang bisa dia dipahami sebagai ikatan pranikah atau penerimaan lamaran (khitbah). </p>
<p>Setiap perjanjian mengandung ikatan yang sah dan jelas. “<strong>Sungguh, setiap janji itu akan diminta pertanggungjawaban.</strong>” (al-Israa’ [17]: 34) Ada ancaman berat, “Barangsiapa melanggar janjinya, maka akibat pelanggarannya akan menimpa dirinya sendiri,” sedangkan kepada orang yang menepati janji, Allah memberi “pahala yang besar” (QS al-Fath [48]: 10).</p>
<p>4. Ya, MR uhkti itu berkata benar bahwa <strong>keputusan yang terburu-buru dapat menghalangi kita untuk memperoleh yang lebih baik atau bahkan yang terbaik</strong>. Supaya memperoleh yang terbaik, Islam menganjurkan kita untuk melakukan istikharah. Supaya tidak terburu-buru, Islam menganjurkan kita untuk beristikharah berulang-kali. </p>
<p><img alt="" src="http://farm4.static.flickr.com/3187/2766978649_2062877e3c_t.jpg" title="buku Istikharah Cinta" class="alignright" width="68" height="100" />Untuk penjelasan lebih lanjut beserta dalilnya, lihat buku <a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>.</p>
<p>5. <strong>Untuk mendapatkan jodoh terbaik, kuncinya bukanlah menemukan orang yang paling tepat.</strong> Sebab, jodoh &#8220;paling tepat&#8221; yang disediakan Allah bagi kita itu ada banyak. Dalilnya: &#8220;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian jodoh-jodoh dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang.&#8221; (QS ar-Ruum: 21)</p>
<p><strong>Supaya benar-benar berjodoh (yang terbaik), kuncinya adalah &#8220;perawatan&#8221; terhadap &#8220;jodoh-jodoh&#8221; yang telah Allah sediakan bagi kita.</strong> Untuk ikhtiarnya, lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/01/14/daripada-menunggu-jodoh-lebih-baik/">Daripada menunggu jodoh, lebih baik &#8230;</a>&#8220;</p>
<p>6. <strong>Menikah dapat membentengi kita dari godaan zina, tetapi bukan jaminan bahwa kita akan lebih mudah menjaga hati.</strong> Sebab, pasukan iblis menggoda kita dari segala penjuru. Allah SWT telah berfirman kepada iblis, &#8220;Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka [keturunan Adam a.s.] dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. &#8230;&#8221; (QS al-Israa&#8217; [17]: 64)</p>
<p>Secara demikian, godaan syetan terhadap orang yang sudah menikah akan berbeda dengan yang belum menikah. Untuk lebih jelasnya, lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/07/15/sulitkah-menjaga-hati-dalam-pacaran-islami/">Sulitkah menjaga hati dalam pacaran islami?</a>&#8220;</p>
<p>7. Ya, boleh. Kedua pihak sama-sama boleh mengajukan syarat untuk ditetapkan sebagai perjanjian. Dalilnya adalah seperti pada nomor 3 di atas. </p>
<p>Perjanjian pranikah seperti itu lebih baik tertulis daripada lisan. Dalilnya: &#8220;<strong>Hai orang-orang yang percaya! Apabila kalian bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya … .</strong>&#8221; (QS al-Baqarah ayat 282)</p>
<p>Catatan: Ada sejumlah &#8220;ahli agama Islam&#8221; yang berpendapat bahwa perjanjian sebelum menikah itu boleh dilanggar. Mereka menyangka bahwa pernikahan itu menghalalkan semua antara suami-istri. Mereka lupa bahwa “<strong>setiap janji itu akan diminta pertanggungjawaban.</strong>” (al-Israa’ [17]: 34) Oleh karena itu, pastikanlah bahwa dia tidak sependapat dengan &#8220;ahli agama Islam&#8221; tersebut. Mintalah dia untuk berjanji secara tertulis untuk memenuhi syarat yang ukhti tetapkan.</p>
<p>8. Jika dia menolak syarat-syarat tersebut, tentu saja ukhti berhak menolak lamarannya. Sebab, asas mu&#8217;amalah (termasuk nikah) adalah rela sama rela. Tidak boleh ada paksaan. </p>
<p>Untuk penjelasan lebih lanjut beserta dalilnya, lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2007/07/26/walau-bukan-siti-nurbaya/">Walau Bukan Siti Nurbaya</a>&#8220;.</p>
<p>9. Supaya lebih mantap dalam berniat menikah dengan si dia, Rasulullah saw. menganjurkan kita untuk <strong>melakukan &#8220;pengamatan&#8221; (tanazhur) yang lebih cermat</strong>. Sabda beliau yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah ra: “Idza khathaba ahadukum al-mar’ata fa in istathâ’a an yanzhura minhâ ilâ mâ yad’uw ilaa nikahiha fal yaf’al.” (Jika seseorang diantara kalian hendak melamar seorang perempuan, maka jika ia mampu mengamati perempuan itu pada apa yang mendorong menikahinya, maka lakukanlah). [HR. Ahmad dan Abu Dawud, dan disahihkan oleh al-Hakim. Lihat Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, jld. III, hal. 113].</p>
<p><img alt="" src="http://farm4.static.flickr.com/3187/2766978649_2062877e3c_t.jpg" title="buku Istikharah Cinta" class="alignleft" width="68" height="100" />10. Salah satu bagian dari proses istikharah adalah musyawarah. Jadi, <strong>yang terpenting bukanlah memberi tahu mereka, melainkan bemusyawarah dengan mereka</strong>. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini, silakan simak buku <a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>.</p>
<p>Demikianlah jawaban ana, wallaahu a&#8217;lam. Semoga dengan konsultasi ini, kita menjadi dicintai dan semakin dicintai oleh Sang Maha Penyayang. Aamiin.</p>
Posted in pernikahan Tagged: akhwat, dakwah, taaruf, tanazhur <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=132&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2009/05/12/konsultasi-bagaimana-akhwat-mengatasi-virus-merah-jambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3187/2766978649_2062877e3c_t.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku Istikharah Cinta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3187/2766978649_2062877e3c_t.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku Istikharah Cinta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3187/2766978649_2062877e3c_t.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku Istikharah Cinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran Islami ala Dekan Syariah IAIN Banda Aceh</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2009/05/09/pacaran-islami-ala-dekan-syariah-iain-banda-aceh/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2009/05/09/pacaran-islami-ala-dekan-syariah-iain-banda-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 19:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[hukum pacaran dalam Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/2009/05/09/pacaran-islami-ala-dekan-syariah-iain-banda-aceh/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillaah&#8230; Kini kita jumpai semakin banyak ulama Indonesia yang secara terbuka mengungkapkan ketidakharaman pacaran. Dengan kata lain, semakin banyak dukungan terang-terangan bahwa ada pacaran yang islami. Sesudah kita temui pacaran islami ala Dewan Asatidz PesantrenVirtual.com, pacaran islami ala M Quraish Shihab, pacaran islami ala tokoh-tokoh Muhammadiyah, sekarang kita saksikan adanya pacaran islami ala Dekan Fakultas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=130&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillaah&#8230; Kini kita jumpai semakin banyak ulama Indonesia yang secara terbuka mengungkapkan ketidakharaman pacaran. Dengan kata lain, semakin banyak dukungan terang-terangan bahwa <strong><a href="http://shodiq.com/tag/pacaran-islami/">ada pacaran yang islami</a></strong>. Sesudah kita temui pacaran islami <a href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=735&amp;Itemid=30">ala Dewan Asatidz PesantrenVirtual.com</a>, pacaran islami <a href="http://shodiq.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/">ala M Quraish Shihab</a>, pacaran islami <a href="http://shodiq.com/2009/03/17/pacaran-ala-tokoh-tokoh-muhammadiyah/">ala tokoh-tokoh Muhammadiyah</a>, sekarang kita saksikan adanya pacaran islami <a href="http://pkh-online.net/index.php?action=konsultasi.detail&amp;id=29&amp;PHPSESSID=0dce8ed8c109443c0df7eacdf6a41c97">ala Dekan Fakultas Syari&#8217;ah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh</a>. Berikut ini kutipan tanya-jawabnya di <a href="http://pkh-online.net/index.php?action=konsultasi.detail&amp;id=29&amp;PHPSESSID=0dce8ed8c109443c0df7eacdf6a41c97">pkh-online-net</a>: <span id="more-130"></span></p>
<blockquote><p><strong>Menghindar dari Pacaran?</strong><br />
Diposting pada 13/03/2008 08:16</p>
<p>[Pertanyaan:] </p>
<p>Assalamua&#8217;laikum&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Pak ustad yang saya muliakan, saya punya masalah yang bagi saya cukup berat. Sejak masih duduk di bangku SMA saya sudah berkomitmen untuk tidak bepacaran karena saya tau Islam tidak pernah menghalalkan yang namanya pacaran. Yang menjadi masalah saat ini adalah saya mempunyai seorang teman perempuan, kami merupakan teman dekat. Saya mulai menyukainya. Saya tidak sanggup mengelola perasaan saya kalau terus dekat dengan dia. Saya pernah mencoba untuk menghindar dari dia agar batin saya lebih tenang tapi dia tidak terima karena saya menghindar dari dia tanpa alasan. Apakah saya harus mengatakan ke dia bahwa saya menghindar, karena saya menyukainya?</p>
<p>Jawaban:</p>
<p>Wa&#8217;alaikum salam Wr.Wb</p>
<p>Kami menganggap bahwa sikap anda baik, tetapi lebih baik lagi bila anda dapat meyakinkan teman anda itu, bahwa menghindari diri dari pacar anda itu bukan dalam arti memutuskan hubungan. <strong>Proses pacaran, sepanjang tidak melanggar norma Agama, dapat ditolerir.</strong> Selama masa itu anda [dapat] saling meyakinkan diri bahwa pacar anda itu cocok untuk anda dan diterima sepenuhnya oleh keluarga besar anda. Kami menyarankan anda dapat menjaga norma-norma agama, adat-istiadat dan nilai masyarakat&#8230;</p>
<p>Dekan Fakultas Syari&#8217;ah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh<br />
Drs. H. A. Hamid Sarong, SH. MH.</p></blockquote>
Posted in pacaran islami Tagged: halal haram, hukum pacaran dalam Islam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=130&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2009/05/09/pacaran-islami-ala-dekan-syariah-iain-banda-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Mencintai Pria Lain Padahal Bersuami</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2009/04/27/hukum-mencintai-pria-lain-padahal-bersuami/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2009/04/27/hukum-mencintai-pria-lain-padahal-bersuami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 12:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[cinta segitiga]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[istri teladan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[saya mau tanya kalo ada wanita pezina tp keluarganya tidak tahu truz dia selalu menuruti keinginan laki2 pezina itu sampai kemudian dia menikah dengan laki2 yang berzina dgn dia karna untuk menjaga nama baik keluarganya tanpa rasa cinta sedangkan dia mencintai orang lain itu hukumnya gmn?dan apa yang harus dilakukannya??
Jawaban M Shodiq Mustika: 
Setiap amal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=124&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>saya mau tanya kalo ada wanita pezina tp keluarganya tidak tahu truz dia selalu menuruti keinginan laki2 pezina itu sampai kemudian dia menikah dengan laki2 yang berzina dgn dia karna untuk menjaga nama baik keluarganya tanpa rasa cinta sedangkan dia mencintai orang lain itu hukumnya gmn?dan apa yang harus dilakukannya??</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika: <span id="more-124"></span></p>
<p>Setiap amal itu ada ganjarannya sendiri-sendiri. Berzina itu berdosa. Mengikuti keinginan yang buruk berdosa, tetapi mengikuti keinginan yang baik berpahala. Menjaga nama baik keluarga berpahala, asalkan dengan cara dan tujuan yang baik. Menikah itu berpahala, asalkan bukan untuk tujuan buruk. (Lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/01/09/dapatkah-menebus-dosa-zina-dengan-menikah-tanpa-restu-orangtua/">Dapatkah menebus dosa zina dengan menikah?</a>&#8220;)</p>
<p>Mencintai pria lain padahal bersuami tidaklah berdosa, asalkan tidak mengarah pada keburukan (seperti selingkuh, melalaikan kewajiban selaku istri, dsb). Supaya tidak mengarah pada keburukan, lebih baik cinta semacam itu disembunyikan, tidak diekspresikan. (Lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/01/15/cinta-tersembunyi-yang-terpuji/">Cinta Tersembunyi Yang Terpuji</a>&#8220;. Mengenai halalnya percintaan di luar nikah, lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/01/05/berdosakah-ekspresi-cinta-asmara-di-luar-nikah/">Berdosakah ekspresi cinta asmara di luar nikah?</a>&#8220;)</p>
<p>Tidak mencintai suami tidaklah berdosa, tetapi mencintainya akan berpahala. (Sebab, rumah tangga akan lebih sakinah bila suami-istri saling cinta.) Perlu dipahami, cinta merupakan proses. Hari ini belum cinta, mungkin esok atau bulan depan sudah cinta. Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan simak &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/01/09/menikah-tanpa-cinta/">Menikah tanpa cinta?</a>&#8220;</p>
Posted in mendekati zina Tagged: cinta segitiga, halal haram, istri teladan, rumah tangga, selingkuh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=124&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2009/04/27/hukum-mencintai-pria-lain-padahal-bersuami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muhammadiyah: Hukum nikah sirri HARAM</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2009/04/22/muhammadiyah-hukum-nikah-sirri-haram/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2009/04/22/muhammadiyah-hukum-nikah-sirri-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 12:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah sirri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[FATWA TARJIH: HUKUM NIKAH  SIRRI
 
Pertanyaan dari:
Pengurus salah  satu BPH Amal Usaha di lingkungan Persyarikatan,
disampaikan lisan  pada sidang Tarjih
(disidangkan pada:  Jum&#8217;at, 8 Jumadal Ula 1428 H / 25 Mei 2007 M)
Pertanyaan:
Sampai sekarang masih ada orang Islam yang melakukan nikah sirri, yaitu pernikahan yang dilakukan oleh wali pihak perempuan dengan seorang laki-laki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=122&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><a href="http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=865&amp;Itemid=225"><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;"><strong>FATWA TARJIH: HUKUM NIKAH  SIRRI</strong></span></a></p>
<p align="center"><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;"><strong> </strong></span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Pertanyaan dari:</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Pengurus salah  satu BPH Amal Usaha di lingkungan Persyarikatan,</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">disampaikan lisan  pada sidang Tarjih</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">(disidangkan pada:  Jum&#8217;at, 8 Jumadal Ula 1428 H / 25 Mei 2007 M)</span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;"><strong>Pertanyaan:</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Sampai sekarang masih ada orang Islam yang melakukan nikah sirri, yaitu pernikahan yang dilakukan oleh wali pihak perempuan dengan seorang laki-laki dan disaksikan oleh dua orang saksi, tetapi tidak dilaporkan atau tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Bagaimana hukum pernikahan seperti ini?</span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">[Pengurus salah satu BPH Amal  Usaha di lingkungan Persyarikatan, disampaikan lisan pada sidang Tarjih]</span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;"><strong>Jawaban:</strong></span> <span id="more-122"></span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Istilah <em> nikah sirri</em> atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, paling tidak sejak masa imam Malik bin Anas. Hanya saja nikah sirri yang dikenal pada masa dahulu berbeda pengertiannya dengan nikah sirri pada masa sekarang. Pada masa dahulu yang dimaksud dengan <em> nikah sirri</em> yaitu pernikahan yang memenuhi unsur-unsur atau rukun-rukun perkawinan dan syaratnya menurut syari&#8217;at, yaitu adanya mempelai laki-laki dan mempelai perempuan, adanya ijab qabul yang dilakukan oleh wali dengan mempelai laki-laki dan disaksikan oleh dua orang saksi, hanya saja si saksi diminta untuk merahasiakan atau tidak memberitahukan  terjadinya pernikahan tersebut kepada khalayak ramai, kepada masyarakat, dan dengan sendirinya tidak ada <em>i&#8217;lanun-nikah</em> dalam bentuk <em>walimatul-&#8217;ursy</em> atau dalam bentuk yang lain. Yang dipersoalkan adalah apakah pernikahan yang dirahasiakan, tidak diketahui oleh orang lain sah atau tidak, karena nikahnya itu sendiri sudah memenuhi unsur-unsur dan syarat-syaratnya. Adapun <em>nikah sirri</em> yang dikenal oleh masyarakat Indonesia sekarang ini ialah pernikahan yang dilakukan oleh wali atau wakil wali dan disaksikan oleh para saksi, tetapi tidak dilakukan di hadapan Petugas Pencatat Nikah sebagai aparat resmi pemerintah atau perkawinan yang tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama bagi yang beragama Islam atau di Kantor Catatan Sipil bagi yang tidak beragama Islam, sehingga dengan sendirinya tidak mempunyai Akta Nikah yang dikeluarkan oleh pemerintah. Perkawinan yang demikian di kalangan masyarakat selain dikenal dengan istilah nikah sirri, dikenal juga dengan sebutan perkawinan di bawah tangan.</span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Nikah sirri yang dikenal masyarakat seperti disebutkan di atas muncul setelah diundangkannya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 sebagai pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974. Dalam kedua peraturan tersebut disebutkan bahwa tiap-tiap perkawinan selain harus dilakukan menurut ketentuan agama juga harus dicatatkan. Dalam pasal 2 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, disebutkan:</span></p>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Perkawinan adalah    sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing  agama dan kepercayaannya    itu.</span></li>
<li><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Tiap-tiap perkawinan    dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.</span></li>
</ol>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Ketentuan dari pasal 2 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 selanjutnya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. Pasal-pasal yang berkaitan dengan tatacara perkawinan dan pencatatannya, antara lain Pasal 10, 11, 12, dan 13. </span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Pasal 10 PP No. 9 Tahun1975 mengatur tatacara perkawinan. Dalam ayat (2) disebutkan: &#8220;Tatacara perkawinan dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya&#8221;. Dalam ayat (3) disebutkan: &#8220;Dengan mengindahkan tatacara perkawinan menurut hukum agamanya dan kepercayaannya itu, perkawinan dilaksanakan di hadapan Pegawai Pencatat dan dihadiri oleh dua orang saksi&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Tentang  pencatatan perkawinan diatur dalam Pasal 11:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Sesaat setelah dilangsungkannya perkawinan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Pasal 10 Peraturan Pemerintah ini kedua mempelai menandatangani akta perkawinan yang telah disiapkan oleh Pegawai Pencatat berdasarkan ketentuan yang berlaku.</span></li>
<li><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Akta perkawinan yang telah ditandatangani oleh mempelai itu, selanjutnya ditandatangani pula oleh kedua saksi dan Pegawai Pencatat yang menghadiri perkawinan dan bagi yang melangsungkan perkawinan menurut agama Islam, ditandatangani pula oleh wali nikah atau yang mewakilinya.</span></li>
<li><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Dengan penandatanganan    akta perkawinan, maka perkawinan telah tercatat secara resmi.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Dalam Pasal 12 diatur hal-hal apa saja yang dimuat dalam akta perkawinan, dan dalam Pasal 13 diatur lebih lanjut tentang akta perkawinan dan kutipannya, yaitu:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Akta perkawinan dibuat dalam rangkap 2 (dua), helai pertama disimpan oleh Pegawai Pencatat, helai kedua disimpan pada Panitera Pengadilan dalam  wilayah Kantor pencatatan Perkawinan itu berada</span></li>
<li><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Kepada suami dan isteri    masing-masing diberikan kutipan akta perkawinan.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Dari ketentuan perundang-undangan di atas dapat diketahui bahwa peraturan perundang-undangan sama sekali tidak mengatur materi perkawinan, bahkan ditandaskan bahwa perkawinan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu. Peraturan perundangan hanya mengatur perkawinan dari formalitasnya, yaitu perkawinan sebagai sebuah peristiwa hukum yang harus dilaksanakan menurut peraturan agar terjadi ketertiban dan kepastian hukumnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Berkaitan dengan pencatatan perkawinan, pada awalnya hukum Islam tidak secara konkret mengaturnya. Pada masa Rasulullah saw maupun sahabat belum dikenal adanya pencatatan perkawinan. Waktu itu perkawinan sah apabila telah memenuhi unsur-unsur dan syarat-syaratnya. Untuk diketahui warga masyarakat, pernikahan yang telah dilakukan hendaknya di<em>&#8216;ilan</em>kan, diumumkan  kepada khalayak luas, antara lain melalui media <em>walimatul-&#8217;ursy</em>.  Nabi saw bersabda: </span></p>
<p align="right"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;">أَعْلِنُوا  هَذَا النِّكَاحَ وَاضْرِبُوا عَلَيْهِ  بِالْغِرْبَالِ [رواه ابن ماجة عن عائشة</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Artinya: <em>Umumkanlah pernikahan  dan pukullah rebana</em> [HR. Ibnu Majah dari 'Aisyah].<strong> </strong></span></p>
<h4><strong>أَوْلِمْ  وَلَوْ بِشَاةٍ (رواه البخارى عن عَبْدُ  الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ</strong></h4>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Artinya: <em>Adakanlah walimah  (perhelatan) meskipun hanya dengan  memotong seekor kambing</em> [HR. al-Bukhari dari 'Abdurrahman bin 'Auf].</span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Apabila  terjadi perselisihan atau pengingkaran telah terjadinya perkawinan,  pembuktiannya cukup dengan alat bukti persaksian.</span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya karena perubahan dan tuntutan zaman dan dengan pertimbangan kemaslahatan, di beberapa negara muslim, termasuk di Indonesia, telah dibuat aturan yang mengatur perkawinan dan pencatatannya. Hal ini dilakukan untuk ketertiban pelaksanaan perkawinan dalam masyarakat, adanya kepastian hukum, dan untuk melindungi pihak-pihak yang melakukan perkawinan itu sendiri serta akibat dari terjadinya perkawinan, seperti nafkah isteri, hubungan orang tua dengan anak, kewarisan, dan lain-lain. Melalui pencatatan perkawinan yang dibuktikan dengan akta nikah, apabila terjadi perselisihan di antara sumai isteri, atau salah satu pihak tidak bertanggung jawab, maka yang lain dapat melakukan upaya hukum guna mempertahankan atau memperoleh haknya masing-masing, karena dengan akta nikah suami isteri memiliki bukti otentik atas perkawinan yang terjadi antara mereka. Perubahan terhadap sesuatu termasuk institusi perkawinan dengan dibuatnya Undang-undang atau peraturan lainnya, adalah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindarkan dan bukan sesuatu yang salah menurut hukum Islam. Perubahan hukum semacam ini adalah sah sesuai dengan kaidah fiqhiyah yang berbunyi:</span></p>
<h3><strong>لاَ  يُنْكَرُ تَغَيُّرُ اْلأَحْكَامِ  بِتَغَيُّرِ اْلأَزْمَا</strong>نِ<span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;">. </span></h3>
<p align="justify"><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Artinya: <em>Tidak  diingkari perubahan hukum karena perubahan zaman.</em></span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Ibnu  al-Qayyim menyatakan :</span></p>
<h4><strong>تَغَيُّرُ اْلفَتْوَى وَاخْتِلاَفُهَا بِحَسْبِ تَغَيُّرِ اْلأَزْمِنَةِ وَاْلأَمْكِنَةِ وَاْلأَحْوَالِ وَالنِّيَّاتِ وَاْلعَوَائِدِ</strong><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;">. </span></h4>
<p align="justify"><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Artinya: <em>Perubahan  fatwa dan perbedaannya terjadi menurut perubahan  zaman, tempat, keadaan, niat dan adat istiadat</em> [I'lam al-Muwaqqi'in,  Juz III, hlm. 3].</span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Selain itu pencatatan perkawinan selain substansinya untuk mewujudkan ketertiban hukum juga mempunyai manfaat preventif, seperti supaya tidak terjadi penyimpangan rukun dan syarat perkawinan, baik menurut ketentuan agama maupun peraturan perundang-undangan. Tidak terjadi perkawinan antara laki-laki dan perempuan yang antara keduanya dilarang melakukan akad nikah. Menghindarkan terjadinya pemalsuan identitas para pihak yang akan kawin, seperti laki-laki yang mengaku jejaka tetapi sebenarnya dia mempunyai isteri dan anak. Tindakan preventif ini dalam peraturan perundangan direalisasikan dalam bentuk penelitian persyaratan perkawinan oleh Pegawai Pencatat, seperti yang diatur dalam Pasal 6 PP Nomor 9 Tahun 1975.</span></p>
<p><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Keharusan  mencatatkan perkawinan dan pembuatan akta perkawinan, dalam hukum Islam,  diqiyaskan kepada pencatatan dalam peroalan<em> mudayanah</em> yang dalam  situasi tertentu diperintahkan untuk mencatatnya, seperti disebutkan  dalam firman Allah surat al-Baqarah ayat 282:</span></p>
<p align="right"><span style="font-size:22px;color:blue;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"> </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Artinya: <em>Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu&#8217;amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya </em></span><span style="font-family:Transliterasi;font-size:x-small;"><em>&#8230; .</em></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"> <span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Akad nikah bukanlah muamalah biasa akan tetapi perjanjian yang sangat kuat, seperti disebutkan dalam al-Qur&#8217;an surat an-Nisa&#8217; ayat 21:</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"> </span></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB5;font-size:medium;">y</span><span style="font-size:22px;color:blue;">وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَى بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنكُم مِّيثَاقاً غَلِيظاً</span><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:small;"> </span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"> </span></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Artinya: <em>Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu Telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. dan mereka (isteri-isterimu) Telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.</em></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"> <span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Apabila akad hutang piutang atau hubungan kerja yang lain harus dicatatkan, mestinya akad nikah yang begitu luhur, agung, dan sakral lebih utama lagi untuk dicatatkan. </span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"> <span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Dengan demikian mencatatkan perkawinan mengandung manfaat atau kemaslahatan, kebaikan yang besar dalam kehidupan masyarakat. Sebaliknya apabila perkawinan tidak diatur secara jelas melalui peraturan perundangan dan tidak dicatatkan akan digunakan oleh pihak-pihak yang melakukan perkawinan hanya untuk kepentingan pribadi dan merugikan pihak lain terutama isteri dan anak-anak. Penetapan hukum atas dasar kemaslahatan merupakan salah satu prinsip dalam penetapan hukum Islam, sebagaimana disebutkan dalam qaidah:</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"> </span></p>
<h3><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><strong>تََصَرُّفُ  اْلاِمَامُ عَلىَ الرَّعِيَّةِ مَنُوْطٌ  بِالْمَصْلَحَةِ.</strong></span></h3>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"><span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Artinya: <em>Suatu tindakan pemerintah  berintikan terjaminnya kepentingan dan kemaslahatan rakyatnya.</em></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"> <span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Atas dasar pertimbangan di atas, maka bagi warga Muhammadiyah, wajib hukumnya mencatatkan perkawinan yang dilakukannya. Hal ini juga diperkuat dengan naskah Kepribadian Muhammadiyah sebagaimana diputuskan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-35, bahwa di antara sifat Muhammadiyah ialah &#8220;mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah&#8221;.</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"> </span></span></span><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;"><span style="font-family:HQPB1;font-size:medium;"> <span style="font-family:Transliterasi;font-size:small;">Wallahu  a&#8217;lam bish-shawab. *sp)</span><br />
</span></span></span></p>
<p>=====</p>
<p>Artikel Terkait:</p>
<h1><a href="http://shodiq.com/2009/02/28/poligami-nikah-siri-dan-kawin-kontrak-itu-kriminal/">Poligami, Nikah Siri, dan Kawin Kontrak itu Kriminal (pelaku &amp; pendukungnya bisa dipenjara)</a></h1>
Posted in pernikahan Tagged: halal haram, Islam, Muhammadiyah, nikah sirri <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=122&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2009/04/22/muhammadiyah-hukum-nikah-sirri-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bercinta dengan Pria Hiperseks Yang Telah Beristri</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2009/04/08/bercinta-dengan-pria-hiperseks-yang-telah-beristri/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2009/04/08/bercinta-dengan-pria-hiperseks-yang-telah-beristri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 12:16:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[nikah sirri]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum ustad, saya hamba Allah di jakarta. Saya seorang wanita yg blm menikah, saat ini saya berhasil membuat seorang laki2 hipersex(telah beristri, inisial Z) bertaubat.Dan entah kenapa, mengapa ALLAH membuat kita menjadi semakin dekat dan semakin yakin bahwa kita berjodoh, apalagi dengan kita dipertemukan oleh ALLAH dengan seorang Ustad (mantan hiperseks, punya istri ke2, istri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=120&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Assalamu&#8217;alaikum ustad, saya hamba Allah di jakarta. Saya seorang wanita yg blm menikah, saat ini saya berhasil membuat seorang laki2 hipersex(telah beristri, inisial Z) bertaubat.Dan entah kenapa, mengapa ALLAH membuat kita menjadi semakin dekat dan semakin yakin bahwa kita berjodoh, apalagi dengan kita dipertemukan oleh ALLAH dengan seorang Ustad (mantan hiperseks, punya istri ke2, istri pertama diceraikan). Kita berdua merasa semenjak kita berdua dipersatukan, kita semakin rajin beribadah ke allah.</p>
<p>Kita berdua punya kebiasaan buruk &amp; ternyata saya baru tahu dari si Z, bahwa kebiasaan yang saya lakukan selama ini yaitu Onani. Dan kita berdua sekarang sedang menjalani niat untuk menikah. yang saya mau tanyakan ke ustad,</p>
<p>1.Si Z mengajak saya menikah utk mencegah onani lagi, tetapi saya menolak karena saya tidak mau dipoligami, &amp; saya bilang ke dia tunggu jawaban dari allah, karena waktunya sekarang belum tepat.Apakah penolakan saya benar ustad?Dosakah saya kalau saya meminta ke dia untuk memilih salah satu diantara saya/Istrinya, mengingat semakin lama saya akrab sama dia semakin takut dosa ke allah?Niat si Z ke saya mau menikahi saya, setelah dia memberikan kebaikan tuk istrinya dengan mengikuti petunjuk allah &amp; tidak melanggar perintah ALLAH termasuk memberikan nafkah lahir &amp; batin, serta menunggu kesempatan dari allah tuk menceraikan istrinya.Apakah tindakan si z dibenarkan sedangkan dia menjalani hubungan cinta yg sehat dengan saya tp masih beristri dengan yang lama?</p>
<p>2.Apakah kita harus menunggu saat yang tepat dari ALLAH?</p>
<p>3.Haruskah si Z mengaku pada istrinya tentang keadaan dia dulu yg Hipersex?</p>
<p>4.Apakah yang harus saya lakukan sebagai seorang wanita,apakah saya harus menghindar dari si Z, karena saat ini si Z masih beristri?</p>
<p>5.Apakah ustad tersebut petunjuk buat kita berdua?</p>
<p>6.Doa apa yang bisa meyakinkan saya bahwa dia bukan jodoh saya? karena saya sudah solat istikharah tapi jawabannya kenapa ALLAH tidak memisahkan kita padahal dia masih beristri..</p>
<p>saya mohon bantuannya untuk menjawab pertanyaan2 saya, terima kasih ustad.</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-120"></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykumussalaam&#8230;. Aku merasa salut atas keberhasilanmu dalam menjadikan dia bertaubat. (Tak banyak orang yang mampu melakukannya dengan izin Allah.) Berikut ini jawabanku:</p>
<p>1a. Menunggu jawaban dari Allah itu bagus, tidak salah. Kamu berhak menolak untuk dipoligami. Namun, kamu tidak berhak meminta si Z memilih antara kamu dan istrinya. Dalilnya:</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, &#8220;<i>Tidak halal bagi seorang wanita meminta agar saudarinya [yakni wanita lain] diceraikan supaya dia dapat mengosongkan piring saudarinya itu, karena sesungguhnya dia hanya mendapatkan apa yang telah ditentukan untuknya.</i>&#8221; (HR Bukhari)</p>
<p>&#8220;<em>Tidak boleh seorang wanita mensyaratkan [calon suami] untuk menceraikan saudarinya [yaitu istrinya yang sudah ada] agar dia dapat memenuhkan bejananya.</em>&#8221; (HR Baihaqi, Abu Nu&#8217;aim, dan al-Isma&#8217;ili)</p>
<p><strong>Yang berhak meminta si Z memilih adalah istrinya.</strong> Istrinya berhak meminta si Z memilih antara dia dan wanita lain (termasuk dirimu). Dalilnya:</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, &#8220;<em>Sesungguhnya Bani Hisyam ibn Mughirah meminta izin untuk menikahkan putri mereka dengan Ali ibn Abu Thalib. Maka aku tidak mengizinkan, kemudian aku tidak mengizinkan, kemudian aku tidak mengizinkan. Kecuali putra Abu Thalib ingin menceraikan putriku dan menikah dengan putri mereka. Karena dia adalah darah dagingku, membuat aku sedih apa yang menyedihkannya dan menyakitiku apa yang menyakitinya.</em>&#8221; (HR Bukhari)</p>
<p>1b. Apabila istrinya rela, tidak merasa sedih atau tersakiti, si Z dapat dibenarkan menjalin hubungan cinta dengan wanita lain, termasuk dengan dirimu. (Mengenai halalnya hubungan percintaan di luar nikah, lihat [antara lain]: &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/01/05/berdosakah-ekspresi-cinta-asmara-di-luar-nikah/">Berdosakah ekspresi cinta asmara di luar nikah?</a>&#8220;) Namun kalau istrinya merasa sedih atau tersakiti, aku tidak bisa menganggap sikap Z (menjalin hubungan cinta dengan wanita lain) sebagai kebaikan. Dalilnya, disamping hadits di atas, yaitu:  </p>
<p>&#8220;<strong>Cukup berdosa [laki-laki] yang menyia-nyiakan tanggungannya.</strong>&#8221; (HR Abu Dawud)</p>
<p>2. Menunggu &#8220;saat yang tepat&#8221; itu kurang baik. Sebab, secara tersirat kamu meminta si Z memilih antara kamu dan istrinya. Padahal, kamu tidak berhak untuk itu. </p>
<p><img src="http://muhshodiq.files.wordpress.com/2009/04/hulkhoganwife-188x117.jpg?w=188&#038;h=117" alt="hulkhoganwife-188x117" title="hulkhoganwife-188x117" width="188" height="117" class="alignleft size-full wp-image-2338" />3. Lebih baik si Z berkonsultasi dengan ahlinya. Si Z bisa memulainya dengan <strong>berkonsultasi dengan dokter atau ahli seksologi</strong> untuk menangani potensi &#8220;hiperseks&#8221;-nya (kalau memang si Z hiperseks). Nantinya, ahli itulah yang lebih tahu daripada aku, apakah istri si Z perlu dilibatkan dalam pembicaraan masalah &#8220;hiperseks&#8221; ini ataukah tidak.</p>
<p>4. Berteman jugalah dengan istrinya. <strong>Jalinlah persahabatan seakrab-akrabnya dengan istrinya.</strong> Akan lebih baik bila hubunganmu dengan istrinya itu lebih akrab daripada dengan si Z. Boleh-boleh saja kau tetap berkomunikasi dengan si Z, tetapi frekuensi dan kualitasnya hendaknya tidak melebihi komunikasi antara dirimu dengan istrinya. (Lihat <a href="http://shodiq.com/2008/11/05/konsultasi-ternyata-dia-sudah-beristri/">Konsultasi: Ternyata dia sudah beristri</a>.)</p>
<p>5. Ya, ustad tersebut merupakan salah satu petunjuk dari Allah SWT. Petunjuk lainnya masih banyak.</p>
<p>6. Doa yang bisa meyakinkan dirimu apakah si Z itu jodohmu atau bukan adalah <a href="http://shodiq.com/2009/03/04/teks-terjemah-doa-istikharah/">doa istikharah</a>.</p>
<blockquote><p>Saya mau bertanya lagi ustad, berdosakah kita (saya &amp; Z) melakukan nikah sirih untuk beribadah ke Allah tanpa meminta izin orang tua saya &amp; istri si Z?Karena demi Allah ustad saya takut, karena semakin dekatnya kita,&amp; kami takut melakukan khilaf.Selain itu si Z yang punya background dulunya seorang Hiper (karena dia dari kecil bertemu seorang wanita yg mengajarkan sex dini, hingga akhirnya keterusan sampai sekrg, alhamdulilah sekarg berubah).</p>
<p>Masalahnya ustad, Saya dari dulu sudah berusaha menjauhi dia, tapi kenapa malah semakin dekat.Apakah karena dulu kita sempat berjanji disebuah mesjid bahwa &#8220;dia berjanji sekiranya kalau dia mau berubah saya harus menemani dia baik didunia maupun akhirat, &amp; saya terlanjur mengiyakan.&amp; Disaat saya dulu beristikharah dengan dua pilihan(sebelum kita sedekat sekarang), saya mendapatkan jawaban bahwa saya harus menemani dia.&amp; Sebelum kita sedekat ini dulu, setelah saya solat tahajut saya bermimpi 3 hari berturut-turut:</p>
<p>dari yang saya mimpi dia (si Z) &amp; saya berada dalam satu mesjid ,Saya bermimpi rumah si Z, termasuk saya bermimpi istri dia(si Z).Wallaahu a&#8217;lam, saya tidak tahu apa arti itu semua ustad&#8230;</p>
<p>Sampai detik ini, saya tidak berhenti istikharah &amp; kenapa malah jadi semakin dekat ustad, saya tidak mau salah jalan.Apa yang saya harus lakukan ustad, karena kita takut melakukan khilaf &amp; akhirnya saya takut malah melunturkan niat baik saya&#8230;.</p>
<p>Kadang saya suka merasa menyesal dengan keadaan ini, karena dulu seandainya saya terima tawaran dikantor lain, saya bisa menjauh dari dia  &amp; tidak sedekat ini.(karena kita sampai saat ini masih satu kantor), karena saya sholat istikharah malah tidak diambil(&amp; kejadian itu benar2 seperti akan nikah karena harus minta izin dari orang tua untuk mengambil keputusan itu ustad).Dan sekarg malah jadi bingung saya harus bagaimana ustad?</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p>Dalam pandanganku, istikharahmu kurang sempurna. Sebab, salah satu bagian dari proses istikharah adalah musyawarah dengan pihak-pihak terkait. (Lihat <a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>.) Keinginanmu untuk menikah siri tanpa izin dari orangtua dan istrinya menunjukkan kurangnya musyawarah itu. Kurang sempurnanya istikharahmu itu bisa mengakibatkan kau keliru dalam menangkap petunjuk Allah hasil istikharahmu.</p>
<p>Mengenai hiperseks-nya, aku sudah menyampaikan jawaban tadi. (Lihat poin nomor 3.) Demikian pula mengenai bagaimana mestinya posisimu terhadap istrinya. (Lihat poin nomor 4.)</p>
<p><strong>Apabila kau menikah siri tanpa izin istrinya, maka itu tergolong perbuatan kriminal, melanggar UU Perkawinan.</strong> Lihat <a href="http://shodiq.com/2009/02/28/poligami-nikah-siri-dan-kawin-kontrak-itu-kriminal/">Poligami, Nikah Siri, dan Kawin Kontrak Itu Kriminal&#8230;</a>.</p>
<p>Mengenai berbagai ketelanjuranmu, silakan ambil pelajaran dari <a href="http://shodiq.com/2009/01/09/mau-jadi-istri-kedua/">Mau jadi istri kedua?</a></p>
<p>Demikian jawabanku. Wallaahu a&#8217;lam. Dan semoga Sang Maha Penyayang senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepadamu. Aamiin.</p>
Posted in pernikahan Tagged: bercinta, konsultasi, konsultasi pernikahan, nikah sirri, poligami <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=120&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2009/04/08/bercinta-dengan-pria-hiperseks-yang-telah-beristri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhshodiq.files.wordpress.com/2009/04/hulkhoganwife-188x117.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hulkhoganwife-188x117</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah ta&#8217;aruf = pendekatan pranikah?</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2009/03/19/benarkah-taaruf-pendekatan-pranikah/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2009/03/19/benarkah-taaruf-pendekatan-pranikah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 14:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Kl ngikut 7 aturan d artikel &#8220;Fiqih Pacaran&#8220;, tu sih bkn pacaran,kl q nyebutny pendekatan sblm nikah (ta’arruf) gt. Ky’ny q g asing ma pmilik blog nie, p’nah liat nmany d tko bku, tlong kl unt hal ini jgn pke kata pacaran, ’pacaran’ terkesan unt acara senang2 j, bkn p’siapan unt nikah
Tanggapan M Shodiq Mustika: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=113&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Kl ngikut 7 aturan d artikel &#8220;<a href="http://shodiq.com/konsultasi-cinta/about-2/panduan-pacaran/taman-cinta/">Fiqih Pacaran</a>&#8220;, tu sih bkn pacaran,kl q nyebutny pendekatan sblm nikah (ta’arruf) gt. Ky’ny q g asing ma pmilik blog nie, p’nah liat nmany d tko bku, tlong kl unt hal ini jgn pke kata pacaran, ’pacaran’ terkesan unt acara senang2 j, bkn p’siapan unt nikah</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: </p>
<p>Boleh-boleh saja kau menggunakan istilah lain. Namun, karena kita berbicara di depan publik, marilah kita gunakan pengertian yang obyektif. <span id="more-113"></span></p>
<p>Secara etimologis (asal-usulnya), makna asli pacaran adalah <strong>persiapan nikah</strong>. Secara leksikal (kamus), makna baku pacaran adalah <strong>bercintaan dengan kekasih-tetap</strong>. (Lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/03/16/definisi-bentuk-nyata-pacaran-islami/">Definisi &amp; Bentuk Nyata Pacaran Islami</a>&#8220;.) Secara sosiologis, istilah pacaran islami merupakan<a href="http://shodiq.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/"> istilah yang paling <em>favorit</em> untuk aktivitas persiapan nikah</a> bagi <em>mayoritas</em> pembaca blogku.</p>
<p>Aku sudah sering menjelaskan <a href="http://shodiq.com/2009/01/15/mengapa-pakai-istilah-pacaran-islami/">mengapa pakai istilah pacaran islami</a>. Diantaranya adalah <a href="http://shodiq.com/2007/11/21/jangan-biarkan-mereka-lari-ke-model-pacaran-jahiliyah/">supaya mereka yang menyukai istilah pacaran tidak malah lari ke model pacaran jahiliyah</a>.</p>
<p>Adapun makna ta&#8217;aruf adalah <strong>perkenalan</strong>. <em>Tidak</em> ada kamus bahasa Arab yang menyebut bahwa ta&#8217;aruf adalah pendekatan sebelum nikah. <em>Tidak</em> ada pula kitab tafsir yang menyebutkannya begitu.</p>
<p>Pembatasan ta&#8217;aruf untuk pranikah saja justru merupakan bid&#8217;ah. (Lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/">Taaruf, sebuah istilah yang asal keren?</a>&#8221; dan &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/">Awas! Taaruf praNikah = Bid&#8217;ah Sesat!!!</a>&#8220;)</p>
<p>Oh ya, aku adalah seorang penulis buku. Wajarlah bila kau pernah menjumpai namaku di toko buku.</p>
Posted in pacaran islami Tagged: pacaran islami, pranikah, taaruf <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=113&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2009/03/19/benarkah-taaruf-pendekatan-pranikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran ala Tokoh Muhammadiyah</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2009/03/17/pacaran-ala-tokoh-muhammadiyah/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2009/03/17/pacaran-ala-tokoh-muhammadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 12:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Apabila kita membahas “pacaran”, seyogianya kita buat terlebih dahulu pemahaman/batasan yg sama mengenai istilah “pacaran” tsb. Bagi sebagian orang, masa-masa dipupuknya jalinan kontak komunikasi pribadi (lewat tilpon/sms) ditambah beberapa pertemuan kekeluargaan sebelum menginjak ke perkawinan (tanpa dibumbui kontak fisik), adalah pacaran.
Ya, aku setuju. Definisi pacaran sudah sering aku kemukakan sejak awal, sejak mulai mengangkat tema [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=118&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Apabila kita membahas “pacaran”, seyogianya kita buat terlebih dahulu pemahaman/batasan yg sama mengenai istilah “pacaran” tsb. Bagi sebagian orang, masa-masa dipupuknya jalinan kontak komunikasi pribadi (lewat tilpon/sms) ditambah beberapa pertemuan kekeluargaan sebelum menginjak ke perkawinan (tanpa dibumbui kontak fisik), adalah pacaran.</p></blockquote>
<p>Ya, aku setuju. Definisi pacaran sudah sering aku kemukakan sejak awal, sejak mulai mengangkat tema pacaran dalam Islam. Aku menerima definisi menurut pengertian yang dibakukan di <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em>, yaitu <a href="http://wppi.wordpress.com/2007/11/25/definisi-pacaran-sangat-jelas/">bercintaan dengan kekasih-tetap</a>. Secara harfiah, &#8220;kekasih-tetap&#8221; itu bukan hanya dalam pranikah, melainkan juga suami atau istri. Namun kemudian, aku juga menerima definisi &#8220;pacaran&#8221; menurut makna aslinya (secara etimologis), yaitu &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/">persiapan sebelum menikah</a>&#8220;. <span id="more-118"></span></p>
<p>Di majalah Suara Muhammadiyah (SM) yang pernah membicarakan pacaran, definisinya pun sudah ada: “<a href="http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/08/24/pacaran-ala-muhammadiyah/">berpacaran adalah untuk saling mengenal satu sama lain, agar ketika memasuki gerbang kehidupan rumah tangga dapat menghadapi masalah yang ada bersama-sama</a>”. Definisi teleologis (berfokus pada tujuan) ini tidak bertentangan dengan definisi &#8220;baku&#8221; atau pun definisi &#8220;asli&#8221; tersebut di atas.</p>
<blockquote><p>Sementara mayoritas masyarakat sekarang cenderung memahami “pacaran” sebagai hubungan spesial yg dibumbui dengan jalinan rasa dan kontak fisik yg tingkat acceptance/permisive-nya suka-suka, ada yg bisa menerima hingga level cipika-cipiki dan mencibir; ada yang menerima ci-ci pass foto alias sebatas wajah hingga dada; ada pula yg memandang wajar dan merasa berhak untuk mencoba secara keseluruhan konon kabarnya supaya tidak seperti “membeli kucing dalam karung”.
</p></blockquote>
<p>Mayoritas masyarakat cenderung begitu? Masyarakat yang mana? Jangan-jangan, itu hanyalah mitos keliru yang sering dihembuskan oleh media massa, sehingga seolah-olah merupakan fakta, padahal dusta. Lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/08/28/ciuman-dalam-pacaran-antara-fakta-dan-mitos/">Ciuman dalam Pacaran: antara fakta dan mitos</a>&#8220;.</p>
<blockquote><p>
Kembali pada artikel &#8220;<a href="http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/08/24/pacaran-ala-muhammadiyah/">Pacaran ala Muhammadiyah</a>&#8220;, setelah bola-balik di baca saya sama sekali tidak menemukan tentang batasan “pacaran” secara umum &#8211; khususnya menyangkut apa yg dilakukan &#8211; maupun model spesifik “pacaran ala Muhamadiyah”, misalnya apakah cukup sekedar kontak/komunikasi verbal melalui sarana komunikasi; atau meningkatkan intensitas silaturahim bersama pihak terkait lain agar terhindar dari fitnah dan godaan pihak ketiga (syetan); atau juga membina kontak fisik dari level terbatas hingga kontak sexual sebagaimana “pacaran” komunitas barat liberal.</p>
<p>Kutipan kalimat “masa-masa pacaran atau saling mengenal memang terasa serba indah” dan “berpacaran adalah untuk saling mengenal satu sama lain, agar ketika memasuki gerbang kehidupan rumah tangga dapat menghadapi masalah yang ada bersama-sama” yg dikutip dari redaksi SM tsb, saya kira sangat bersifat umum dan sama sekali tidak mengindikasikan penerimaan Muhammadiyah terhadap suatu model tertentu dari kegiatan yg disebut “pacaran”.</p></blockquote>
<p>Muhammadiyah menerima kaidah dari ushul Fiqih yang menyatakan bahwa <a href="http://shodiq.com/tentang-3/">dalam muamalah (termasuk pacaran), segalanya itu boleh, kecuali yang dilarang oleh nash secara qath&#8217;i</a>. Bila kita memahami bahwa Muhammadiyah menerima kaidah tersebut, tentulah kita bisa memahami bahwa kalimat “<strong>berpacaran adalah untuk saling mengenal satu sama lain, agar ketika memasuki gerbang kehidupan rumah tangga dapat menghadapi masalah yang ada bersama-sama</strong>” yang dikutip dari redaksi SM tersebut mengindikasikan penerimaan Muhammadiyah terhadap berbagai model pacaran yang islami. Begitulah definisi pacaran menurut SM. Definisi itu jugalah yang menunjukkan ciri khas pacaran ala Muhammadiyah. </p>
<p><img src="http://muhshodiq.files.wordpress.com/2009/03/tokoh-muhammadiyah-249x130.jpg?w=249&#038;h=130" alt="tokoh-muhammadiyah-249x130" title="tokoh-muhammadiyah-249x130" width="249" height="130" class="alignright size-full wp-image-1973" />Jadi, ciri khasnya adalah pada corak teleologis (berfokus pada tujuan)-nya, bukan pada <a href="http://shodiq.com/2009/03/16/definisi-bentuk-nyata-pacaran-islami/">bentuknya</a>. Secara demikian, meski sama-sama tidak melanggar larangan nash, kita bisa menjumpai bentuk-bentuk pacaran islami yang berlainan di antara tokoh-tokoh Muhammadiyah. Sungguhpun demikian,  tujuannya sama, yaitu &#8220;siap menikah&#8221;.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
Posted in pacaran islami Tagged: Muhammadiyah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=118&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2009/03/17/pacaran-ala-tokoh-muhammadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhshodiq.files.wordpress.com/2009/03/tokoh-muhammadiyah-249x130.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tokoh-muhammadiyah-249x130</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah pacaran islami itu hanya masalah istilah?</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2009/03/10/benarkah-pacaran-islami-itu-hanya-masalah-istilah/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2009/03/10/benarkah-pacaran-islami-itu-hanya-masalah-istilah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 19:20:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[istilah]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pembaca artikel &#8220;Pacaran sesudah menikah lebih nikmat?&#8221; mempersoalkan empat hal. Pertama, katanya, &#8220;Islam sudah memiliki istilah “ta’aruf”, lalu knapa musti ada lg istilah “pacaran islami” ..?&#8221; Kedua, dia beranggapan bahwa &#8220;pacaran islami&#8221; itu (kalau ada) mestinya adalah ta&#8217;aruf. Ketiga, dia mengira bahwa kebanyakan pembaca (bacaan islami mengenai pacaran) memaknai pacaran secara negatif. Keempat, kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=111&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang pembaca artikel &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/">Pacaran sesudah menikah lebih nikmat?</a>&#8221; mempersoalkan empat hal. Pertama, katanya, &#8220;Islam sudah memiliki istilah “ta’aruf”, lalu knapa musti ada lg istilah “pacaran islami” ..?&#8221; Kedua, dia beranggapan bahwa &#8220;pacaran islami&#8221; itu (kalau ada) mestinya adalah ta&#8217;aruf. Ketiga, dia mengira bahwa kebanyakan pembaca (bacaan islami mengenai pacaran) memaknai pacaran secara negatif. Keempat, kalau ada banyak orang mengartikan &#8216;pacaran&#8217; dengan makna palsunya, maka dia menyarankan bahwa hendaknya kita ikut menggunakan makna palsu itu. Selengkapnya, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-4011">dia mengatakan</a>:</p>
<blockquote><p>ah, itu cuma masalah diksi..<br />
Islam sudah memiliki istilah “ta’aruf”, lalu knapa musti ada lg istilah “pacaran islami” sgala klo artinya sama aja?</p>
<p>yg di buku NPSP [Nikmatnya Pacaran setelah Pernikahan] itu, istilah ‘pacaran’ emg diartikan dgn makna palsunya, kenapa? karna orang kebanyakan jg mengartikan ‘pacaran’ dgn makna palsunya, ya biar nyambung aja bahasanya dgn pembaca..<br />
lagipula ga smua org yg pacaran bermaksud melakukannya dlm rangka mempersiapkan pernikahan.. iya kan? apa belum pernah nemuin pasangan yg berpacaran trus ketika ditanya ttg kpn nikahnya, jawabannya ngalor ngidul kmana2, atau jawabnya “let it flow aja.. skrg jalani dulu yg ada..”, atau salah satunya jelas2 bilang “klo pacar yg skrg dijadiin suami/istri..kynya msh harus pikir2 lagi deh..”</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-111"></span></p>
<p>1) Untuk pranikah, Islam <strong>tidak</strong> mengajarkan taaruf, tetapi tanazhur. Lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/" rel="nofollow">Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?</a>&#8220;</p>
<p>2) Pacaran islami <strong>tidak</strong> identik dengan ta&#8217;aruf. Lihat &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/" rel="nofollow">10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran Islami</a>&#8220;.</p>
<p>3) Mengartikan ‘pacaran’ dgn makna palsunya itu <strong>tidak</strong> nyambung bahasanya dgn pembaca. Pada kenyataannya, kebanyakan pembaca justru memaknai pacaran secara positif, sehingga cenderung sesuai dengan makna asli pacaran. Untuk buktinya, lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/">Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah</a>&#8220;.</p>
<p>4) Justru ketika melihat penyimpangan, maka itu perlu kita luruskan. Jangan sampai kita menjadikannya dalih untuk ikut-ikutan menyimpang. Apa sih untungnya turut melestarikan penyimpangan makna pacaran? Apa sih ruginya meluruskan penyimpangan makna pacaran?</p>
Posted in pacaran islami Tagged: istilah, pacaran dalam islam, taaruf, tanazhur <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=111&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2009/03/10/benarkah-pacaran-islami-itu-hanya-masalah-istilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudah lama istikharah, perlukah istikharah lagi?</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2009/02/22/sudah-lama-istikharah-perlukah-istikharah-lagi/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2009/02/22/sudah-lama-istikharah-perlukah-istikharah-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 20:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[do'a & dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[istikharah cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[unsur-unsur istikharah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2003 saya pernah dikecewakan oleh pria beristri. Kekecewaan di hati saya sungguh luar biasa sampai-sampai saya putus asa dalam segala hal. Dalam kondisi kecewa dan limbung saat itu saya menyerahkan semua urusan (khususnya percintaan) kepada Allah SWT. Hampir tiap malam saya sholat tahajut dan istikharoh, saya memohon kepada Allah: petunjuk dan gambaran siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=102&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Pada tahun 2003 saya pernah dikecewakan oleh pria beristri. Kekecewaan di hati saya sungguh luar biasa sampai-sampai saya putus asa dalam segala hal. Dalam kondisi kecewa dan limbung saat itu saya menyerahkan semua urusan (khususnya percintaan) kepada Allah SWT. Hampir tiap malam saya sholat tahajut dan istikharoh, saya memohon kepada Allah: petunjuk dan gambaran siapa kira-kira laki-laki yang mampu mengangkat saya dari keterpurukan dan laki-laki itu mau menikahi saya. Saya terus berdoa dan berdzikir hingga suatu hari (saya tidak ingat waktunya malam atau siang hari) ketika saya sedang berdzikir saya tertidur dan bermimpi (?) mendengar lantunan ayat suci Al-Quran, lalu ada suara seperti deru angin. Diantara deru angin tersebut saya mendengar dengan jelas sekali ada suara orang (saya juga tidak ingat apakah itu suara perempuan ataukah laki-laki) menyebut nama seseorang sebanyak 3 x.</p>
<p>Ketika saya bangun, saya merasa aneh. Anehnya begini: seumur-umur belum pernah ada nama seperti itu. Saya berfikir apakah saya salah dengar? Tapi suara itu begitu jelas dan tidak mungkin saya salah dengar. Pada waktu itu saya mengambil kesimpulan: mimpi saya hanya bunga tidur, toh nama yang terdengar di mimpi tersebut tidak ada dalam hidup saya (saya mengambil kesimpulan seperti itu setelah yakin tidak ada teman, kerabat, saudara ataupun rekan kerja yang senama dengan nama dalam mimpi saya).</p>
<p>Waktu terus bergulir dan sekitar satu tahun kemudian ( Januari 2005) saya bekerja di sebuah yayasan. Singkat cerita saya berkenalan dengan seorang pria yang 5 tahun lebih muda dari saya. Entah dari mana awalnya saya ada rasa suka dengan pria tersebut. Sebagaimana adat dan Budaya Jawa, saya memendam perasaan tersebut dan tidak berani mengungkapkan kepada yang bersangkutan. Saya minta petunjuk Allah dengan sholat Istikharoh lagi dan ada keyakinan dalam hati saya: Jika memang dia berjodoh dengan saya, Allah pasti memberi jalan untuk bersatu.</p>
<p>Sekitar bulan Juli 2005 saya keluar dari yayasan dan praktis tidak pernah bertemu lagi dengan pria tersebut. Ketika saya di luar Jawa, tahun 2007, saya memberanikan diri mengungkapkan perasaan saya lewat telepon. Pikir saya waktu itu, toh kalaupun ditolak saya tidak berhadapan langsung dengan dia. Bisa ditebak, dia menolak saya dengan halus. Ternyata dia hanya menganggap saya sebagai teman tidak lebih dari itu. Saya kembali lagi bimbang dan kecewa. Dalam kondisi kecewa tersebut saya hapus nomer HPnya dan bertekat tidak menghubunginya lagi. Beres urusan.</p>
<p>Bapak Shodiq&#8230;<br />
Urusannya ternyata belum juga beres. No Hpnya sudah terhapus dan saya kehilangan jejaknya. Tiba-tiba saya seperti diingatkan oleh mimpi saya. Bapak Shodiq&#8230; ternyata nama pria tersebut sama seperti yang saya dengar dalam mimpi saya. Bahkan nama belakang dia sama dengan nama depan ayah saya. Saya baru menyadarinya setelah kehilangan jejaknya. Hingga pada suatu malam takbir Idul fitri, saya kembali memohon petunjuk kepada Allah: Jika memang dia berjodoh dengan saya mohon kiranya Allah menggerakkan dia untuk menghubungi saya setidaknya kirim ucapan melalui SMS. Jika dia tidak berkirim SMS berarti itu suatu pertanda bahwa saya tidak berjodoh dengan dia.</p>
<p>Entah kebetulan entah itu jawaban dari Allah, dia mengirim ucapan hari raya kepada saya pada hari ke-2 Idul Fitri. Hati saya waktu itu betul-betul deg-deg an. Jujur, rasanya keyakinan bahwa dia adalah jodoh saya kembali tumbuh. Tetapi jika teringat ungkapan penolakan dia, saya kembali ragu.</p>
<p>Bapak Shodiq&#8230;<br />
Saya tidak mau membuang-buang waktu saya. Saya melupakan dia dan membuka hati untuk pria lain. Sudah dua pria yang masuk ke hati saya, tetapi anehnya kenapa setiap kali saya merasa suka kepada pria lain dia selalu muncul dalam benak saya. Dia selalu membunuh rasa rindu saya terhadap pria lain. Bayangan pria lain melintas tetapi yang tersebut namanya di hati saya hanya dia dan dia. Dua pria yang sempat singgah di hati saya itu pun sekarang kabur dengan mengguratkan luka.</p>
<p>Yang ingin saya tanyakan kepada Bapak Shodiq:</p>
<ol>
<li>Apa yang harus saya lakukan, apakah saya harus istikharoh lagi memohon petunjuk Allah tentang dia?</li>
<li>Seorang teman pernah mengatakan kepada saya: “yakinlah, jika engkau yakin maka akan ada keajaiban seperti yang kau yakini.” Apakah ungkapan tersebut benar adanya ditinjau dari Al-Quran dan Islam?</li>
<li>Naifkah jika sampai saat ini saya masih berusaha menjalin silaturahmi dengan dia (sambil berharap dia adalah jodoh saya)?</li>
<li>Mohon kiranya Bapak menganalisa kejadian demi kejadian yang saya tuliskan di atas dan memberikan pendapatnya berkenaan dengan perjodohan saya.</li>
</ol>
</blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-102"></span></p>
<p>1. Ya, kau perlu menyempurnakan istikharahmu. Kalau kau sudah baca bukuku, <a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>, tentunya kau sudah tahu bahwa <strong>unsur-unsur istikharah itu mencakup empat amal: (1) ikhtiar, (2) doa, (3) musyawarah, (4) tawakkal</strong>. Pada kasusmu ini, tampaknya kau sudah banyak berdoa dan sudah cukup bertawakkal. Ikhtiarmu pun mungkin sudah lumayan. Yang kurang terlihat adalah &#8220;musyawarah&#8221;. Karena itu, seraya tetap mempertahankan unsur yang sudah ada, lebih banyaklah bermusyawarah dengan keluargamu, sahabatmu, atau pun dengan orang-orang yang kau pandang ahli untuk mengatasi masalah ini.</p>
<p>2. Mengenai sikap Allah SWT terhadap harapan-harapan hamba-Nya, Dia mengajukan pertanyaan retoris, “<em>Apakah manusia memperoleh segala yang dia harapkan?</em>” (QS an-Najm [53[: 24) Maksudnya, tidak semua harapan kita terpenuhi. <strong>Yang pasti terpenuhi adalah doa kita.</strong> "<em>Berdoalah kepada-Ku, niscaya kuperkenankan bagimu.</em>" (QS al-Mu'min [40]: 60) Hanya saja, kita tidak tahu bagaimana dan kapan Dia memenuhi doa kita. Mungkin di dunia ini doa kita terpenuhi, mungkin pula di akhiratlah doa kita itu baru terpenuhi.</p>
<p>3. Tidak naif. Tetaplah menjalin tali persahabatan dengan dia. Boleh-boleh saja tetap berharap berjodoh dengan dia, asalkan tetap terbuka terhadap kemungkinan untuk berjodoh dengan pria lain. Perlu kau sadari bahwa <strong>jodoh yang disediakan oleh Tuhan itu ada banyak</strong>, bukan hanya dia!</p>
<p>4. Mungkin tak ada salahnya tetap teringat pada si dia. Namun saranku, <strong>lapangkanlah ruang hatimu supaya lebih mampu mencintai pria lain</strong>. (Maaf, aku hanya memberi gambaran singkat. Aku belum sempat menganalisis secara rinci kejadian demi kejadian yang kau tuliskan di atas.)</p>
<p>Demikian jawaban dan saran dariku. Semoga Allah melapangkan jalan bagimu untuk memperoleh jodoh terbaik. Aamiin.</p>
Posted in do'a &amp; dzikir Tagged: harapan, istikharah cinta, jodoh, unsur-unsur istikharah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=102&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2009/02/22/sudah-lama-istikharah-perlukah-istikharah-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berdosakah menyukai sesama jenis?</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2009/02/18/berdosakah-menyukai-sesama-jenis/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2009/02/18/berdosakah-menyukai-sesama-jenis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 20:51:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[doa & zikir cinta]]></category>
		<category><![CDATA[homoseksual]]></category>
		<category><![CDATA[lesbian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[saya laki2 berusia 22 th, saya ingin bertAnya apakah yang saya lakukan ini dosa atau tidak, selama ini saya meraskan bahwaa saya cenderung menyukai sesama jenis, saya pernah bercumbu dengan lakilaki, tapi saya sangat menghormati wanita dan memuliakannya, saya bingung harus bagaimana? sementara rasa itu terus ada dan semakin menjadi jadi dalam diri saya, saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=104&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>saya laki2 berusia 22 th, saya ingin bertAnya apakah yang saya lakukan ini dosa atau tidak, selama ini saya meraskan bahwaa saya cenderung menyukai sesama jenis, saya pernah bercumbu dengan lakilaki, tapi saya sangat menghormati wanita dan memuliakannya, saya bingung harus bagaimana? sementara rasa itu terus ada dan semakin menjadi jadi dalam diri saya, saya minta tolong bagaimana saya haruis menjalani kehidupoan saya ini, perasasan ini (suka sesama jenis) sudah ada sejak saya masih kecil, terlebih dahulu saya pernah menjadi korban perkosaan oleh laki-laki juga.</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-104"></span></p>
<p>Persoalan kecenderungan homoseksual seperti itu tampaknya sudah sering dibahas di luar blog ini. Kita bisa dengan mudah mencarinya melalui mesin pencari, misalnya dengan kata kunci: <a href="http://www.google.com/custom?q=hukum+islam+homoseks&amp;hl=id&amp;client=google-coop&amp;cof=AH%3Aleft%3BS%3Ahttp%3A%2F%2Fjiwacantik.blogspot.com%2F%3BCX%3ACari%2520di%2520blog-blog%2520M%2520Shodiq%2520Mustika%3BL%3Ahttp%3A%2F%2Fduniapenulis.wordpress.com%2Ffiles%2F2008%2F08%2Fmuhshodiq-100.jpg%3BLH%3A100%3BLP%3A1%3BVLC%3A%23551a8b%3BGFNT%3A%23666666%3BDIV%3A%23cccccc%3B&amp;cx=%21001787603303230736003%3Af3mxtkz5rb0&amp;adkw=AELymgVYLzpzB3agKCA92ANOKVY5Url5OQdz97YbSE8eoZNycXl7d-1HfTG0YBggtWLoK4DsI2F5o_DlIZ7eJ-bZ-VungV9-8PtJp5MA9JcJiC0yCuPds_sra4AC-8rg-S0pAijD3CDrYLeGT2uEU2CA5evHcj9qCBHnMGEWR7Xf2v3FttVJ6891uFKgzzUHXmb25MDtVWXp6pLF8ep3AQvSO5N6LNHg_g&amp;sa=2">hukum islam homoseks</a>. Namun, blog ini mungkin belum pernah membahasnya. Okelah sekarang aku membicarakannya, tentunya sebatas ilmuku, wallaahu a&#8217;lam.</p>
<p>Dari apa yang telah kau &#8220;lakukan&#8221;, sebagaimana tersebut di atas, ada yang menurutku berdosa, tetapi ada pula yang tidak berdosa. Yang jelas-jelas tidak berdosa adalah menghormati wanita dan memuliakannya. Bukan hanya tidak berdosa, sikap tersebut justru berpahala. Selain itu, yang juga jelas-jelas tidak berdosa adalah menjadi korban perkosaan. </p>
<p>Yang juga tidak berdosa adalah <strong>sekadar mencintai atau menyukai</strong> sesama jenis, baik sesama pria maupun sesama wanita. (Mengenai tidak berdosanya rasa cinta, lihat buku &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/10/25/ayat-ayat-mesra-buku-pertama-panduan-pacaran-islami/">Ayat-Ayat Mesra</a>&#8220;.) Hanya saja, seringkali terjadi, orang mencintai itu bukan sekadar mencintai, melainkan ada tindak lanjutnya yang keluar dari koridor Islam, sehingga berdosa.</p>
<p>Apabila rasa cinta itu diiikuti dengan perbuatan yang mendekati zina, maka mendekati zina itu berdosa (walaupun rasa cintanya itu sendiri pada dasarnya tidak berdosa). Mengenai mendekati zina, silakan simak artikel &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/08/07/pengertian-zina-hati-dan-mendekati-zina-lainnya/">Pengertian zina-hati dan mendekati-zina lainnya</a>&#8220;.</p>
<p>Mengenai bagaimana kau harus menjalani kehidupan ini, menurutku kau membutuhkan bantuan psikologis yang profesional. Untuk itu, silakan hubungi lembaga psikologi yang islami. Misalnya, lembaga yang dikelola oleh fakultas psikologi di perguruan tinggi Islam yang terdekat dengan tempat tinggalmu.</p>
<p>Sementara itu, alangkah bagusnya bila kau mendalami berbagai tinjauan psikologis terhadap fenomena homoseksual. Misalnya, menyimak artikel &#8220;<a href="http://yulianti.staff.uii.ac.id/2008/08/01/homoseksual-apa-dan-mengapa/">Homoseksual: Apa Dan Mengapa?</a>&#8220;. </p>
<p>Selain itu, alangkah eloknya bila ikhtiar-ikhtiarmu itu kau sertai dengan doa &amp; zikir yang relevan. Untuk itu, silakan simak buku <a href="http://shodiq.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/">Doa &amp; Zikir Cinta</a>.</p>
<p>Demikian saran-saran dariku. Semoga Allah Sang Maha Penyayang senantiasa menyayangimu. Aamiin.</p>
Posted in mendekati zina Tagged: bercinta, doa &amp; zikir cinta, homoseksual, lesbian, mendekati zina <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=104&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2009/02/18/berdosakah-menyukai-sesama-jenis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran Islami ala Quraish Shihab</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 17:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum sampai ke jenjang perkawinan, ada satu tahapan/kegiatan yang diatur oleh agama, yaitu khitbah (pinangan) atau &#8220;masa pacaran&#8221;.
Untuk itu dianjurkan kepada setiap calon suami untuk &#8220;melihat&#8221; calon istrinya (dan tentu demikian pula sebaliknya). Nabi saw. bersabda:
Lihatlah calon istrimu, karena ia (melihatnya) akan mengundang kelanggengan hubungan kalian berdua.
Ini bukan berarti bahwa &#8220;pacaran&#8221; dalam pengertian sebagian anak-anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=87&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebelum sampai ke jenjang perkawinan, ada satu tahapan/kegiatan yang diatur oleh agama, yaitu khitbah (pinangan) atau &#8220;masa pacaran&#8221;.</p>
<p>Untuk itu dianjurkan kepada setiap calon suami untuk &#8220;melihat&#8221; calon istrinya (dan tentu demikian pula sebaliknya). Nabi saw. bersabda:</p>
<blockquote><p>Lihatlah calon istrimu, karena ia (melihatnya) akan mengundang kelanggengan hubungan kalian berdua.</p></blockquote>
<p><span id="more-87"></span>Ini bukan berarti bahwa &#8220;pacaran&#8221; dalam pengertian sebagian anak-anak muda sekarang dibolehkan agama. Tidak dan sekali lagi tidak! Kalau pun ada pacaran yang dibolehkan agama, maka pacaran yang dimaksud adalah dalam pengertian &#8220;teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan batin, untuk menjadi tunangan, dan kemudian istri&#8221;. Pacaran yang dibenarkan adalah yang &#8220;hanya&#8221; merupakan sikap batin, bukan yang dipahami sementara orang, khususnya remaja sekarang, yakni sikap batin yang disusul dengan tingkah laku, berdua-duaan, saling memegang, dan seterusnya.</p>
<p>
Makhluk, termasuk manusia, remaja atau dewasa, dianugerahi oleh Tuhan rasa cinta kepada lawan seksnya (QS, Ali &#8216;Imran [3]: 14). Atas dasar itu, agama tidak menghalangi pacaran dalam pengertian di atas. Agama hanya mengarahkan dan membuat pagar-pagar agar tidak terjadi &#8220;kecelakaan&#8221;.</p>
<p>
Dahulu ada sebagian ulama memahami sabda Nabi saw. yang membolehkan &#8220;melihat calon istri&#8221; sebagai &#8220;membolehkan melihat wajah dan telapak tangan.&#8221; Kini sementara ulama memahaminya lebih dari itu, yakni mengenalnya lebih dekat, dengan bercakap-cakap atau bertukar pikiran, selama ada pihak terpercaya yang menemani mereka, guna menghindar dari segala yang tidak diinginkan oleh norma agama dan budaya.&#8221; Ketika itu, jika terjalin hubungan cinta kasih antara keduanya&#8211;meskipun itu berupa cinta kasih yang muncul sebelum menikah&#8211;maka agama tidak menghalanginya. Bukankah tujuan mereka adalah saling mengenal guna melangsungkan dan melanggengkan perkawinan?</p>
<p>
Dalam konteks perintah Nabi saw. untuk melihat calon istri yang dikutip di atas, terbaca bahwa beliau tidak menentukan &#8220;batas-batas tertentu&#8221; dalam &#8220;melihat&#8221;. Beliau hanya menentukan tujuan melihat dan hal ini menunjukkan keluwesan ajaran Islam dan keistimewaannya, sehingga memudahkan setiap orang pada setiap masa untuk menyesuaikan diri dengan adat istiadat, etika, dan kepentingan mereka, selama dalam batas-batas yang wajar. Begitu pandangan banyak ulama kontemporer.</p>
<p>
Karena itu, pada masa pertunangan [atau "masa pacaran"], calon pasangan tidak dihalangi untuk duduk [berdua] di beranda rumah bersama salah seorang keluarga atau dari kejauhan orang tua mengamati mereka. [Pengamatan dari jauh] ini bila sejak semula orang tua telah yakin bahwa kedua calon pasangan itu, insya Allah, tidak akan mengorbankan kebahagiaan abadi dengan kesenangan sesaat.</p>
<p>
Ketika agama membenarkan hal di atas, maka itu juga menunjukkan betapa tidak mudah menjalin hubungan yang serasi dan langgeng tanpa saling mengenal antara pihak-pihak yang berhubungan.</p>
<p>
Jika calon suami dan istri sudah saling &#8220;melihat&#8221; dalam batas-batas yang dibenarkan agama, dan hati keduanya telah berkenan, maka saat itu dapatlah calon pasangan atau yang mewakilinya mengajukan khitbah/pinangan.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Tulisan di atas merupakan kutipan dari buku M. Quraish Shihab, <em>Pengantin Al-Qur&#8217;an</em> (Jakarta: Lentera Hati, 2007), hlm. 57-59.</p>
<p>Artikel terkait:</p>
<ul>
<li><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/03/bercinta-ala-quraish-shihab/">Bercinta Ala Quraish Shihab « Tanazhur PraNikah</a></li>
<li><a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/11/01/pacaran-non-islami-dalam-sorotan-quraish-shihab/">Pacaran Non-Islami dalam Sorotan Quraish Shihab « M Shodiq Mustika</a></li>
<li><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/27/ulama-yang-sibuk-bercinta/">Ulama Yang Sibuk Bercinta « Tanazhur PraNikah</a></li>
<li><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/26/fatwa-pacaran-siapa-yang-salah/">Fatwa Pacaran: Siapa Yang Salah? « Tanazhur PraNikah</a></li>
</ul>
Posted in pacaran islami Tagged: halal haram, pacaran dalam islam, pranikah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=87&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi: Istilah Pacaran Islami</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2008/10/28/diskusi-istilah-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2008/10/28/diskusi-istilah-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 17:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[istilah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Maaf, Pak. Tolong perhatikan masalah istilah dan definisi, serta penggunaan bahasa yang Anda kemukakan. Jika Anda menggunakan istilah “pacaran”, dengan segala definisi yang Anda kemukakan, sedangkan Anda yang Da’i membenarkan pacaran itu, maka orang2 “abangan” yang Anda katakan itu akan menjadikan statement Anda sebagai referensi pembenaran pacaran sebagai sebuah aktivitas. Mari kita pandang definisi pacaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=78&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Maaf, Pak. Tolong perhatikan masalah istilah dan definisi, serta penggunaan bahasa yang Anda kemukakan. Jika Anda menggunakan istilah “pacaran”, dengan segala definisi yang Anda kemukakan, sedangkan Anda yang Da’i membenarkan pacaran itu, maka orang2 “abangan” yang Anda katakan itu akan menjadikan statement Anda sebagai referensi pembenaran pacaran sebagai sebuah aktivitas. Mari kita pandang definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum. Karena, sah atau tidak sah, mau atau tidak mau, itulah definisi pacaran yang dipercaya dan diketahui oleh khalayak. </p>
<p>Jadi, dengan segala hormat dan kerendahan hati, saya rasa, tidak tepat juga jika Bapak membuat sebuah istilah pacaran baru yang Islami serta dikaitkan dengan istilah apapun yang Bapak buat. Karena itu hanya akan membuat parsialisasi persepsi mereka yang membaca, termasuk saya. Padahal saya sudah mencoba membuka setiap penjelasan yang Bapak tawarkan kepada komentator2 kontra yang ada di atas, tapi saya tidak mendapatkan sebuah titik terang. Karena pada dasarnya, dalam berfilsafat, hal yang utama adalah makna, definisi, dan kaitan antara ide yang ada. Dan secara definisi, bahkan jika menyesuaikan dengan definisi yang Anda tawarkan berdasarkan KBBI, pacaran tidak sama dengan pencurahan kasih sayang tadi.</p>
<p>Menurut saya, semoga Allah mengampuni jika saya salah, Bapak terlalu menyambung-nyambungkan istilah pacaran dan terlalu mengislami-islamikan pacaran ini secara definisi. Walaupun, dengan apresiasi yang menggunung, saya tahu bahwa Bapak melakukan hal ini dengan tujuan yang mulia, jika memang untuk mendakwahkan dan mengubah platform berfikir orang kebanyakan. Jadi, mungkin bisa dipertimbangkan untuk mengubah gaya pemaparan Bapak, karna ini untuk menghindari pemahaman parsial oleh pembaca yang “abangan”, karna akan sangat berbahaya jika ada pembaca yang melakukan pacaran-non-Islami, sebut saja demikian, dengan menggunakan tulisan-tulisan Bapak yang mereka tangkap secara parsial sebagai landasan pembenaran.</p>
<p>Sesungguhnya kita tahu bahwa manusia hanya mencoba berfikir sesuai dengan kapasitas intelektualnya, maka semoga Allah, sang pemilik segala intelektualitas tanpa batas, sang mahatahu atas apapun yang bahkan tersembunyi, mengampuni saya jika terdapat kesalahan dan kekurangajaran pada komentar ini. Semoga Allah menjauhi kita, saya, Anda, dan semua pembaca, dari segala macam prasangka..</p></blockquote>
<p>Demikianlah <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/#comment-3297">suara manis dari gibranhuzaifah</a>. Adapun tanggapanku, M Shodiq Mustika, adalah sebagai berikut.</p>
<p><span id="more-78"></span>Kata-katamu indah sekali. Aku jadi ingin bertanya kepada dirimu. </p>
<p>1) Aku setuju bahwa hendaknya kita memandang &#8220;definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum&#8221;. Karena itulah aku sampaikan &#8220;PR untuk penentang pacaran islami&#8221;. Lihat artikel &#8220;<a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/">Ciuman dengan Pacar</a>&#8220;. Di artikel tersebut kusajikan data dari hasil penelitian ilmiah mengenai perilaku pacaran para remaja. Apa kau punya data lain (yang ilmiah) mengenai &#8220;definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum&#8221;?</p>
<p>2) Menurut data yang tersedia, para pembaca <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/">blog ini</a> pada umumnya lebih menyukai istilah &#8220;pacaran islami&#8221; daripada istilah-istilah lainnya. Inilah faktanya. (Lihat artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/">Istilah favorit untuk persiapan menikah</a>&#8220;.) Apakah kau punya data obyektif mengenai efek buruk istilah ini?</p>
<p>3) Kalau kita buang istilah &#8220;pacaran islami&#8221; (yang mereka sukai), haruskah kita biarkan mereka lari ke model pacaran jahiliyah?<br />
(Lihat artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/21/jangan-biarkan-mereka-lari-ke-model-pacaran-jahiliyah/" title="" rel="nofollow">Jangan Biarkan Mereka Lari ke Model Pacaran Jahiliyah</a>&#8220;!)</p>
<p>Mudah-mudahan tiga pertanyaan itu tidak terlalu banyak. Di sini aku ingin menambahkan diskusi serupa (yakni mengenai penggunaan istilah pacaran islami) antara aku dan seorang pembaca yang menyebut dirinya: Kaezzar.</p>
<p>Kaezzar berkata:</p>
<blockquote><p>Mungkin yg ini juga perlu di-update pak<br />
Emang rentan banyak salah tangkap<br />
Mungkin bisa diliat dari beberapa komen yg masuk<br />
Mungkin bisa diganti dgn berkenalan or saling mnegenal sebelum menikah or tanazhur<br />
Karena makna kata pacaran itu sendiri, akan berbeda di tiap benak org2…<br />
Apalagi ini blog umum, banyak org datang, mungkin cuma liat sekilas, jadi rentan salah tangkap…<br />
Just my 2 cent</p></blockquote>
<p>Tanggapanku:</p>
<p>Pertimbangan saya:<br />
Siapakah yang salah paham terhadap judul di atas?</p>
<p>Kalau yang salah paham itu orang-orang seperti Dsyifa [yang beraliran "keras"], maka itu bukan persoalan besar bagi saya. Paling2 mereka menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap artikel saya di atas, namun ini justru merupakan tulisan <em>pembanding</em> yang berharga bagi para pembaca lainnya. Pembaca yang berakal sehat dan mau terbuka untuk menerima hidayah Ilahi tentu akan mendapat pemahaman yang benar.</p>
<p>Yang saya khawatirkan adalah apabila sebagian saudara2 kita melakukan pacaran secara sembarangan dengan alasan “Nabi Muhammad pun pernah pacaran”. Namun, kekhawatiran ini sudah saya antisipasi dengan penambahan keterangan: “<strong>tetapi secara islami</strong>“. Keterangan ini sudah sangat jelas. </p>
<p>Perhatikanlah bahwa <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/">artikel tersebut</a> muncul sebagai <em>jawaban</em> atas pertanyaan: “Apakah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah?” Kalau memang beliau pernah pacaran (tetapi secara islami), mengapa kita harus menyembunyikan sunnah beliau ini?</p>
<p>Pertimbangan saya berikutnya: manakah yang lebih besar mudharatnya: kesalahpahaman pada orang2 tertentu (seperti Dsyifa) tersebut ataukah ketidaktahuan para pembaca (bila dalam artikel ini istilah “pacaran islami” diganti dengan “tanazhur”) bahwa <strong>mestinya kita mengikuti model pacaran ala Rasulullah yang sangat jauh dari zina dan kemungkaran lainnya</strong>. </p>
<p>Dengan memperhatikan pula bahwa model-model pacaran jahiliyah telah tersebar luas melalui media massa, maka kemudharatan yang kedua itu lebih besar. Sampai saat ini, <strong>istilah “tanazhur” belum cukup kuat untuk menandingi istilah “pacaran”</strong>.</p>
<p>Pertimbangan saya selanjutnya: manakah yang lebih besar manfaatnya: mengganti istilah “pacaran islami” dengan “tanazhur” di artikel di atas ataukah membiarkannya apa adanya?</p>
<p>Seperti <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/">hasil polling</a> yang belum lama ini saya adakan, istilah “pacaran islami” masih <em>lebih populer</em> daripada istilah “tanazhur” [atau pun istilah-istilah lainnya]. Tentunya, penggunaan istilah “pacaran islami” akan lebih efektif, bukan? </p>
<p>Dengan berbagai pertimbangan itu dan beberapa pertimbangan lainnya, yakinlah saya bahwa sampai saat ini, penggunaan istilah “pacaran islami” pada artikel di atas masih lebih tepat daripada istilah lain.</p>
<p>Kemudian Kaezzar menulis:</p>
<blockquote><p>Sebenernya ketidaksetujuan saya terhadap “penggandengan” kata tersebut adalah untuk meredam konflik yg muncul<br />
Karena g sedikit saya lihat, para penentang lebih emosional dlm mengungkapkan pendapat ketimbang melihat dan mencerna dulu<br />
Walopun boleh dikatakan itu adalah suatu sikap yg kurang tepat dari individu tersebut, namun kalo bisa dihindari, saya pikir kenapa ngga<br />
Misalnya, kalo judulnya diganti dgn percintaan pra nikah, saya pikir esensi yg disampaikan tetap dapat tersampaikan, namun akan meminimalisir konflik<br />
Tapi, apapun itu…saya pikir Pak Shodiq sudah mempertimbangkannya masak2<br />
Keep writing yoo <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Akhirnya, aku pun menyampaikan tambahan:</p>
<p>Ya, aku mengerti niat baikmu untuk menghindari konflik dengan saudara sesama muslim. Memang, menghindari mudharat itu lebih kita utamakan daripada mencari manfaat. Aku mempertimbangkan bahwa peniadaan istilah “pacaran islami”, “pacaran ala Nabi Muhammad”, dsb, akan menghasilkan mudharat lain yang lebih berbahaya. Lihat “<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/21/jangan-biarkan-mereka-lari-ke-model-pacaran-jahiliyah/">Jangan Biarkan Mereka Lari ke Model Pacaran Jahiliyah</a>“!</p>
Posted in pacaran islami Tagged: dakwah, istilah, pacaran islami <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=78&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2008/10/28/diskusi-istilah-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menolak pacaran? Jangan munafik!</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2008/10/15/menolak-pacaran-jangan-munafik/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2008/10/15/menolak-pacaran-jangan-munafik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 07:18:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friendster]]></category>
		<category><![CDATA[kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[kencan]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini, beberapa orang tampak &#8220;bersemangat&#8221; menolak pacaran islami, seolah-olah &#8220;kebakaran jenggot&#8221;. Siapakah mereka? Apakah sikap dan perilaku mereka sejalan dengan apa yang mereka katakan? Dalam rangka menjawab dua pertanyaan itu, berikut ini gambaran beberapa sosok penentang pacaran islami:
1) Nexus_vegA alias geri_arr (Saefurrohman aliAs gErri arAhman): Male, 17, Single, mahasiswa Teknik Industri. Kata dia, &#8220;Bagaimanapun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=72&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Belakangan ini, beberapa orang tampak &#8220;bersemangat&#8221; menolak pacaran islami, seolah-olah &#8220;kebakaran jenggot&#8221;. Siapakah mereka? Apakah sikap dan perilaku mereka sejalan dengan apa yang mereka katakan? Dalam rangka menjawab dua pertanyaan itu, berikut ini gambaran beberapa sosok penentang pacaran islami:</p>
<p><span id="more-72"></span>1) Nexus_vegA alias geri_arr (<b>Saefurrohman</b> aliAs gErri arAhman): Male, 17, Single, mahasiswa Teknik Industri. <a href="http://wppi.wordpress.com/kritik/#comment-129">Kata dia</a>, &#8220;Bagaimanapun jg wanita/pria yg jd pacar qt itu bukan hak kita. Bicara mesra dgn-nya bukan hak kita, menikmati kecantikannya bkn hak kita, pokoknya sgl sesuatu yg berkaitan dgn dia bkn hak kita. Itu semua haq milik suami/istri-nya nanti.&#8221; Tapi NYATANYA, Geri sendiri <b>menikmati kecantikan</b> Utada Hikaru dengan menjadikannya sebagai <i>skin</i> dalam <a href="http://profiles.friendster.com/78221880">profil Friendsternya</a>.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/muhshodiq/2943272245/"><img alt="" src="http://farm4.static.flickr.com/3038/2943272245_a18f862a0f_m.jpg" class="aligncenter" width="240" height="180" /></a></p>
<p>2) Bachtiar (<b>Ludi Zaki Bachtiar</b>): Male, 22, Single. Seorang auditor, berpendidikan Teknik Industri. <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/#comment-183">Kata dia</a>: &#8220;tinggalkan saja konsep ‘pacaran islami’. beralih lah kepada konsep Islam yaitu Ta’aruf.&#8221; Tapi <a href="http://profiles.friendster.com/48003058">NYATANYA</a>, Bachtiar itu justru <b>&#8220;Interested In: Dating Men and Women, Relationship Men and Women&#8221;</b>. (Dating = kencan)</p>
<p>3) M.Z. el_Banjary (<b>Muhammad Zaki</b>): Male, 23, Single, mahasiswa Syariah di Yaman. <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/#comment-3198">Kata dia</a>, &#8220;al-Quran ada surat al-Hujurat, ayat 13 “lita’arafu”, tp hnya sbtas knlan, ga bleh lebih.&#8221; Tapi <a href="http://profiles.friendster.com/69094838">NYATANYA</a>, Zaki sendiri mengungkapkan:</p>
<blockquote><p><b>About Me</b>:<br />
Ada cerita, wkt ane msih belasan, ane brteman di SMU ama org yng etikany baeklh {Nesta}, tp ktka satu geng {Jungle} cri bntuan &amp; mrk hny bisa milih ane atau tmen ane itu, pd wkt itu yng menerima adlh tmn ane, pd ahirny dia krang bruntung, smpe dia hmpir kecoblos ank2x narkoba, pdhl dia dlu kuper, g gaul blas. Disaat yng sm ane nongkröng di cafe yng klihtn islami. trnyata, plynNY adlh seorg pnjudi, tk ayal ane trkesima &amp; taat main judi ame dia. Ane jg ditmnin cwe {Siska} yng dia naksir ama tmn ane {Tony}, cumn dia mnggoda ane spya dkt ama Tony. Ane jg ga suka ama dia, tp ane lebih trtarik dgn Delia {tmn Siska}. Ga lm kmudian Delia mnikah &amp; anepun mnrima senyum Siska, smpe ane bru tau klo Si$ka ga ngejr ane. Wktupun brlalu dlm ksdihn, smpe Tony mnydarknku &amp; tau bhw aku dlm kglpn yng menyiksa krn dimainkn dua cwe. Tony jg g demn ama Siska. Suatu hri ane diundng pryaan ultah Tony, Siska dtmn2x nya hdir &amp; bnyk tmn Tony yng lain. Stlh peniupan lilin, Tony mngumumkn bhw dia ga ada prsaan sdkitpun ame Siska &amp; dia brbohong dgn mnybut nma cw {Sandra} sbg pcarny, hnya krn dndamku. Anepun tobat ga pcrän &amp; judi lgi. Btw ane msuk kuliah ke Yaman, wkt pulang anepun sdr klo &#8220;Julia&#8221; tmn kcilku yng sring ane gendong &amp; main softball satu tim dgnny; adlh cwe yng sjk dlu mngagumiku smpe skrng, diapun mnjemputku di bndra Syamsudin Nor {MET DTG CINTAKU}&#8230;</p>
<p><b>Who I Want to Meet</b>:<br />
Org yng ada dlm peran Juliet itu</p></blockquote>
<p>Nah! Bukankah itu lebih dari sekadar kenalan (lita’arafu)?</p>
<p><b>Kesimpulan</b>: Menolak pacaran? Jangan munafik!</p>
Posted in Tidak terkategori Tagged: cinta, friendster, kecantikan, kencan, munafik, pacaran, pacaran islami, remaja, taaruf <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=72&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2008/10/15/menolak-pacaran-jangan-munafik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3038/2943272245_a18f862a0f_m.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Apakah tokoh-tokoh NU dan Muhammadiyah itu penghuni neraka?</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2008/10/01/apakah-tokoh-tokoh-nu-dan-muhammadiyah-itu-penghuni-neraka/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2008/10/01/apakah-tokoh-tokoh-nu-dan-muhammadiyah-itu-penghuni-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 22:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[islam ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[islam moderat]]></category>
		<category><![CDATA[masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[penerbit mizan]]></category>
		<category><![CDATA[yusuf qardhawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Zain Abdillah pada 30 September 2008 berkata:
Assalamu’alaikum Mr. Shadiq, Anda mau comment apa lagi hayo?
Tanggapan M Shodiq Mustika:
Wa&#8217;alaykumus salam, Zain Abdillah. Anda mau menyimak komentar saya? Alhamdulillah. Syukurlah Anda masih mau mendengar kata-kata saya.
Zain Abdillah pada 30 September 2008 berkata:
Kayaknya tidak lama lagi, Mr. Shadiq kita ini akan menghalalkan masturbasi deh.. Wong pacaran aja boleh, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=69&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Zain Abdillah pada 30 September 2008 berkata:</p>
<blockquote><p><a href="http://wppi.wordpress.com/2008/07/21/ekspresi-mesra-pranikah-sudah-dihalalkan-asalkan-tidak-mendekati-zina/#comment-165">Assalamu’alaikum Mr. Shadiq, Anda mau comment apa lagi hayo?</a></p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p>Wa&#8217;alaykumus salam, Zain Abdillah. Anda mau menyimak komentar saya? <span id="more-69"></span>Alhamdulillah. Syukurlah Anda masih mau mendengar kata-kata saya.</p>
<p>Zain Abdillah pada 30 September 2008 berkata:</p>
<blockquote><p><a href="http://wppi.wordpress.com/2008/07/21/ekspresi-mesra-pranikah-sudah-dihalalkan-asalkan-tidak-mendekati-zina/#comment-166">Kayaknya tidak lama lagi, Mr. Shadiq kita ini akan menghalalkan masturbasi deh.. Wong pacaran aja boleh, gimana dg masturbasi yang notabene gak melibatkan orang lain sama skali, walah, walah…<br />
Pak Shadiq, tolong jelaskan, apakah Islam Moderat yang bpk anut itu lebih baik daripada Islam yang bapak anggap ekstrim? Ketahuilah, julukan islam ekstrim atw teroris itu hanya dilontarkan oleh orang2 Barat la’natullah itu. Islam adalah Islam. Pak, silahkan anda bermoderat, biar Fir’aun di neraka ada temannya…</a></p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p>1) Persoalan masturbasi sudah pernah saya bahas. Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/03/kecanduan-masturbasi-cara-mengatasinya/" title="">Kecanduan masturbasi: Cara mengatasinya</a>.</p>
<p>2) Salah satu lembaga yang mulai mempopulerkan istilah &#8220;Islam Ekstrem&#8221; adalah Penerbit Mizan (Bandung) yang menerbitkan buku karya Yusuf Qardhawi berjudul <a href="http://www.pustakabersama.net/buku.php?id=39469&amp;cari=" title="">Islam Ekstrem</a> (1985). Apakah Penerbit Mizan itu &#8220;orang2 Barat la’natullah&#8221;? Peta manakah yang memperlihatkan bahwa Bandung itu terletak di belahan Barat?</p>
<p>3) Center for Moderate Moslem (CMM) didirikan oleh tokoh-tokoh NU, Muhammadiyah dan sejumlah tokoh Islam lainnya. (Lihat <a href="http://cmm.or.id/cmm.php?id=P2" title="">Profil CMM</a>.) Apakah NU dan Muhammadiyah itu &#8220;teman Fir&#8217;aun di neraka&#8221;? Apakah Anda sudah pernah mengunjungi neraka dan melihat tokoh-tokoh NU dan Muhammadiyah di dalamnya?</p>
<p>4) Bahwa &#8220;Islam moderat&#8221; itu lebih baik daripada &#8220;Islam ekstrim&#8221; telah dijelaskan pada 25 September 2007 di situs CMM. (Lihat artikel <a href="http://www.cmm.or.id/cmm-ind_more.php?id=P4782_0_3_0_C" title="">Islam Moderat sebagai Alternatif</a>.)</p>
<p>Zain Abdillah pada 30 September 2008 berkata:</p>
<blockquote><p><a href="http://wppi.wordpress.com/2008/07/21/ekspresi-mesra-pranikah-sudah-dihalalkan-asalkan-tidak-mendekati-zina/#comment-167">Pak Shadiq berkata:<br />
‘Wahai muda-mudi, saling lirik-meliriklah kalian, tapi jangan pegangan tangan. Pegangan tanganlah kalian, tapi jangan berciuman. Berciumanlah kalian, tapi jangan berzina. Berzinalah kalian, tapi jangan sampe ketahuan’. Atau ringkasnya:<br />
‘lakukanlah zina, tapi janganlah dekati dia’</a></p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p>JANGAN menyebarkan fitnah! Dosanya BESAR! (Lihat Al-Qur&#8217;an Surah al-Baqarah ayat 191 dan 217.) Saya TIDAK pernah mengatakan &#8220;&#8230; Berzinalah kalian, tapi jangan sampe ketahuan.&#8221;</p>
Posted in Tidak terkategori Tagged: fitnah, islam ekstrem, islam moderat, masturbasi, mendekati zina, penerbit mizan, yusuf qardhawi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=69&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2008/10/01/apakah-tokoh-tokoh-nu-dan-muhammadiyah-itu-penghuni-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pandangan yang kontroversial</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2008/09/23/pandangan-yang-kontroversial/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2008/09/23/pandangan-yang-kontroversial/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 05:13:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah di pengunjung blog ini masih ada yang pikirannya bersih, jernih dan tidak mengedepankan hawa nafsu. Beda halnya dengan si Shodiq ini yang dengan enteng dan dangkalnya mentafsirkan pacaran (yang jelas2 harom) adalah hal yang diperbolehkan bahkan harus didukung bila tidak sampai berbuat zina. Masya’ Alloh!
ini salah satu bukti kemunduran umat Islam saat ini. Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=61&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Alhamdulillah di pengunjung <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/">blog ini</a> masih ada yang pikirannya bersih, jernih dan tidak mengedepankan hawa nafsu. Beda halnya dengan si Shodiq ini yang dengan enteng dan dangkalnya mentafsirkan pacaran (yang jelas2 harom) adalah hal yang diperbolehkan bahkan harus didukung bila tidak sampai berbuat zina. Masya’ Alloh!<br />
ini salah satu bukti kemunduran umat Islam saat ini. Yang baru tau sedikit berlagak sok tahu, yang masih belum tahu tanpa pikir panjang mengambil pendapat yang sok tahu tanpa mengkaji dan membandingkan dengan pendapat ulama-ulama lain yang masih hanif.<br />
Yang dapat saya simpulkan dari si Shodiq ini dia orang LIBERAL yang berani mereduksi kandungan Qur’an dan mengkritik Sunnah Rasulullah.Kalau si shodiq dari awal ngaku orang LIBERAL saya gak akan ada masalah dengan tulisan apapun yang kontroversial yang dia tuliskan.<br />
Paling komment saya ini tidak berani dia tampilkan.</p></blockquote>
<p>Demikianlah <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/#comment-3060">kecaman</a> dari seseorang yang menyebut dirinya <a href="http://profiles.friendster.com/75933155">Kopral Bambang</a>. Berikut ini adalah tanggapan dari saya, M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-61"></span>@ Kopral Bambang</p>
<p>1) Biarlah Allah Sang Mahatahu yang menilai siapakah yang sesungguhnya mengedepankan hawa nafsu dan siapa pula yang sok tahu.</p>
<p>2) Manakah dalil <em>qath&#8217;i</em> yang jelas2 mengharamkan pacaran? Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/" title="" rel="nofollow">Halal-Haram Pacaran (Dalil Mana Yang Lebih Kuat?)</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/" title="" rel="nofollow">Bantahan terhadap Penentang Dalil Pacaran</a>.</p>
<p>3) Interaksi islami pria-wanita yang TIDAK mendekati zina memang perlu didukung. Apa salahnya? Aneh sekali mengapa Anda justru menentang perilaku islami yang TIDAK mendekati zina. Atas dasar apa?</p>
<p>4) Kami sudah mengkaji pendapat ulama-ulama yang &#8220;hanif&#8221; (lurus). Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/" title="">Panduan Pacaran</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/22/siapa-sajakah-ulama-terkemuka-yang-menetapkan-fatwa-haramnya-pacaran/" title="">Siapa sajakah ulama terkemuka yang menetapkan fatwa haramnya pacaran?</a> Bahkan, artikel yang sedang Anda komentari ini pun merujuk kepada Ibnu Qayyim. Apakah Anda belum tahu bahwa beliau itu tergolong ulama yang &#8220;hanif&#8221;? Selain itu, kami pun sudah memeriksa bahwa <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/09/13/pacaran-ala-muhammadiyah/">Muhammadiyah menerima keberadaan pacaran dalam Islam</a>. Apakah dengan demikian, Anda beranggapan bahwa ormas Islam ini telah menyimpang dari Islam?</p>
<p>5) Janganlah Anda bersangka-buruk tanpa bukti sama sekali! Di kalimat manakah saya mereduksi kandungan Al-Qur&#8217;an? Di kalimat manakah saya mengkritik sunnah Rasulullah?</p>
<p>6) Walau tidak marah dijuluki &#8220;liberal&#8221;, saya tidak mengklaim diri sebagai &#8220;orang liberal&#8221;. Saya lebih suka disebut &#8220;<a href="http://muslimmoderat.wordpress.com/tentang/">muslim pengikut Nabi Muhammad</a>&#8220;.</p>
<p>7) Tulisan yang kontroversial menurut Anda dan teman-teman Anda belum tentu kontroversial pula dalam pandangan orang lain. Bagi teman-teman kami, justru pandangan Andalah yang kontroversial karena Anda menentang perilaku islami yang TIDAK mendekati zina.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Benarkah kami tidak berani menampilkan komentar Anda tersebut? Para pembaca bisa memeriksa sendiri komentar Anda yang bahkan kami kutip di atas.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
Posted in Tidak terkategori Tagged: halal haram, pacaran dalam islam, pacaran islami <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=61&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2008/09/23/pandangan-yang-kontroversial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran ala Muhammadiyah</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2008/09/13/pacaran-ala-muhammadiyah/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2008/09/13/pacaran-ala-muhammadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 20:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[islamisasi pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi situs Suara Muhammadiyah (SM). Di kotak &#8220;Cari Artikel&#8221;, saya mengetikkan kata &#8220;pacaran&#8221;. Hasilnya, saya temui enam artikel yang memuat kata &#8220;pacaran&#8221;. Empat diantara enam pemakaian istilah pacaran itu dilontarkan oleh orang dari luar SM, sedangkan dua penggunaan lainnya dikemukakan oleh redaksi SM itu sendiri. Dari sini, kita dapat mengamati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=59&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi situs <a href="http://suara-muhammadiyah.com/">Suara Muhammadiyah</a> (SM). Di kotak &#8220;Cari Artikel&#8221;, saya mengetikkan kata &#8220;pacaran&#8221;. Hasilnya, saya temui enam artikel yang memuat kata &#8220;pacaran&#8221;. Empat diantara enam pemakaian <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/">istilah pacaran</a> itu dilontarkan oleh orang dari luar SM, sedangkan dua penggunaan lainnya dikemukakan oleh <em>redaksi SM</em> itu sendiri. Dari sini, kita dapat mengamati gambaran sikap Muhammadiyah terhadap budaya pacaran.</p>
<p><span id="more-59"></span>Dalam artikel <a href="http://suara-muhammadiyah.com/?p=492">Pengantin Baru Masalah Baru</a> di rubrik &#8220;Keluarga Sakinah&#8221; (1 Agustus 2008), redaksi menanggapi seorang pembaca yang bernama Tata:</p>
<blockquote><p>Tata yang baik, <strong>masa-masa pacaran atau saling mengenal memang terasa serba indah</strong>.  Setelah memasuki kehidupan rumah tangga pasangan suami-istri dihadapkan pada kenyataan, bahwa ternyata untuk mewujudkannya tidah semudah yang dibayangkan. Suami/istri mulai melihat watak/karakter, kebiasaan-kebiasaan asli pasangan yang mau tidak mau harus diterima. Perbedaan-perbedaan jelas selalu ada karena masing-masing berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Untuk menyikapi perbedaan diperlukan rasa saling mengerti, memahami, mau menyesuaikan dan menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan. Hal ini membutuhkan waktu dan proses belajar yang terus-menerus sampai ajal, karena kita tak pernah tahu siapa sebenarnya pasangan kita. Tapi, selama pasangan mempunyai komitmen yang jelas dan saling mengingatkan  insya Allah kehidupan rumah tangga akan bisa berjalan dengan baik. &#8230;</p></blockquote>
<p><a href="http://suara-muhammadiyah.com/"><img src="http://suara-muhammadiyah.com/img/cover.jpg" alt="majalah Suara Muhammadiyah" class="alignleft" /></a> Dalam artikel <a href="http://suara-muhammadiyah.com/?p=399">Ingin Pisah Baik-baik</a> di rubrik &#8220;Keluarga Sakinah&#8221; (1 Mei 2008), redaksi menanggapi seorang pembaca yang bernama Ina:</p>
<blockquote><p>Ina yang baik, sebetulnya orang yang berhubungan dengan lawan jenis atau <strong>berpacaran adalah untuk saling mengenal satu sama lain, agar ketika memasuki gerbang kehidupan rumah tangga dapat menghadapi masalah yang ada bersama-sama</strong>. Bila dalam perjalanan sudah tidak terjadi kenyamanan bahkan cinta pun mulai meredup, maka secara rasional sebaiknya putus. Namun, kenyataannya sering tidak mudah bagi masing-masing untuk memutuskan berpisah. Hal ini bisa disebabkan karena kesulitan mengatakan alasan yang sesungguhnya kepada si dia, dan bisa juga karena ketakutan menghadapi orang-orang dekat di sekitar kita, terutama keluarga yang sudah sama-sama menyetujui dan berharap segera menikah. Hal-hal inilah yang sedang Ina alami.</p>
<p>Berlarut-larut dalam masalah yang sama tentu menyebabkan ketidaknyamanan. Saya yakin hal ini akan mengganggu jalannya aktivitas. Menunggu dia mengambil keputusan duluan justru hanya akan menunda-nunda masalah. Lebih baik tanyakan pada diri sendiri, kalau rasa sayang masih ada, itu masih bisa dimaklumi karena ia pernah menjadi bagian hidup Anda. Tapi apakah Anda yakin, bahwa dia adalah pasangan yang Anda butuhkan? Mampukah Anda untuk meneruskan hubungan dengan dia yang berarti mengharuskan Anda untuk mengerti dan menerimanya apa adanya? Jawablah dengan jujur, mintalah petunjuk pada Allah dengan melakukan shalat istikharah, bila memang jawaban lebih banyak ragu-ragunya maka segeralah mengambil keputusan untuk berpisah. &#8230;</p></blockquote>
<p>Dari dua macam tanggapan terhadap dua kasus tersebut, saya mengambil kesimpulan bahwa <strong>Muhammadiyah tidak mengharamkan pacaran, tetapi berusaha melakukan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/">islamisasi terhadap budaya ini</a></strong>. Begitu jugakah kesimpulan Anda?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wppi.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wppi.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=59&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2008/09/13/pacaran-ala-muhammadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suara-muhammadiyah.com/img/cover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">majalah Suara Muhammadiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hijab ala Muhammadiyah</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2008/09/06/hijab-ala-muhammadiyah/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2008/09/06/hijab-ala-muhammadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 12:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[hijab]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pergaulan]]></category>
		<category><![CDATA[tabir]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Apakah menurut Majelis Tarjih Muhammadiyah, harus ada tabir pemisah bila pria-perempuan nonmuhrim bertatap-muka? Ataukah justru melarang adanya tabir pemisah itu? Kita bisa memperoleh jawabannya dari buku Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah yang terkini. 

Berikut ini saya kutipkan bagian yang relevan dengan topik sekarang, yakni hijab. (Pencetakan dengan tipe bold (tebal) berasal dari saya untuk memperjelas pemahaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=56&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apakah menurut Majelis Tarjih Muhammadiyah, harus ada tabir pemisah bila pria-perempuan nonmuhrim bertatap-muka? Ataukah justru melarang adanya tabir pemisah itu? Kita bisa memperoleh jawabannya dari buku <a href="http://muallimin.org/wp-content/uploads/2008/04/hpt-muhammadiyah.pdf" target="_blank">Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah</a> yang terkini. </p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://lp3.umy.ac.id/pusatstudi.html"><img src="http://lp3.umy.ac.id/IMAGES/GMB-PSW.jpg" alt="LP3 UMY" /></a></p>
<p><span id="more-56"></span>Berikut ini saya kutipkan bagian yang relevan dengan topik sekarang, yakni hijab. (Pencetakan dengan <strong>tipe <em>bold</em> (tebal)</strong> berasal dari saya untuk memperjelas pemahaman kita.)</p>
<blockquote><p>IV. MASALAH HIJAB </p>
<p>Setelah meninjau kembali keputusan Mu’tamar majlis Tarjih Muhammadiyah mengenai hukumnya “sitr” (tabir) dalam rapat-rapat Muhammadiyah yang dihadiri pria dan wanita, sebagaimana yang telah dimuat dalam kitab “Beberapa Masalah” (cetakan tahun 1964 bab 20 atau muka 300 di atas). </p>
<p>Berdasarkan firman Allah dalam Qur’an surat Nur ayat 30 dan 31 yang memberi pengertian bahwa pandang-memandang antara pria dan wanita lain (yang bukan muhrim atau bukan suami-isteri) tanpa hajat Syar’i, begitu pula pergaulan bebas antara pria dan wanita, dilarang oleh Islam. </p>
<p>Memutuskan </p>
<p>Tetap adanya hijab dalam rapat-rapat persyarikatan muhammadiyah yang dihadiri oleh pria dan wanita. </p>
<p>Adapun cara pelaksanaannya diserahkan kepada yang bersangkutan dengan mengingat/memperhatikan kondisi, waktu dan tempat. </p>
<p>Keputusan ini mengganti Majlis Tarjih Muhammadiyah yang sebelumnya. </p>
<p>PENJELASAN DARI MAJLIS TARJIH </p>
<p>1. Hijab dimaksudkan: yang dapat menutup.menjaga pandangan antara pria dan wanita lain (yang bukan muhrim atau bukan suami-isteri). </p>
<p>Hijab :<br />
a. Boleh berujud tabir, apabila masih/tetap dikhawatirkan saling tidak dapat menjaga diri masing-masing dari pandang memandang yang haram/terlarang.<br />
b. Boleh tidak berujud tabir, apabila telah terjamin tidak akan ada pandang-memandang yang dikhawatirkan tersebut.<br />
Jadi, <strong>tidak diharuskan menghilangkan tabir dan tidak pula diharuskan memakai tabir</strong>. </p>
<p>Hijab yang mana dari keduanya yang dijalankan/dipilih adalah <strong>menurut keyakinan/pendapat Muhammadiyah setempat</strong>. </p>
<p>2. Pengertian bahwa pandang memandang antara pria dan wanita lain (yang bukan muhrim atau bukan suami-isteri) tanpa hajat Syar’i begitu pula pergaulan bebas antara pria dan wanita dilarang oleh Islam”, perlu kiranya dijelas-jelaskan kepada keluarga Muhammadiyah, besar kecil, tua muda, pria dan wanita dalam pertemuan-pertemuan, rapat-rapat , sidang-sidang dan pengajian-pengajian serta dianjurkan/dididikkan dalam sekolah-sekolah (menurut keadaan dan tingkatan-tingkatannya), bahwa kita sekalian harus menjaga/mengikis percampuran, pergaulan, perhubungan bebas antara wanita dan pria, putera dan puteri yang sekiranya akan mengakibatkan dan memudahkan pandang-mamandang yang tidak diharapkan oleh agama.<br />
Dengan demikian kita dapat memberikan tuntunan, bimbingan dan didikan baik kepada mereka dan dapat memberikan saluran yang baik untuk hidup, bekerja dan beramal dalam masyarakat yang kita bina bersama-sama dalam menuju masyarakat Islam yang sebenar-sebenarnya. </p>
<p>3. Dalam rapat-rapat persyarikatan Muhammadiyah yang dihadiri oleh pria dan wanita, berarti bahwa yang pokok/terutama ialah rapat-rapat, sidang-sidang, pertemuan-pertemuan, termasuk pengajian-pengajian dan kursus-kursus yang diadakan oleh Muhammadiyah. Syukur selain Muhammadiyah mau mengikuti jejak yang baik itu. </p>
<p>4. Diserahkan kepada yang bersangkutan, berarti <strong>terserah kepada kita ([warga] Muhammadiyah), menurut situasi dan kondisi setempat, bagaimana keyakinan/pendapat dari panitia/penyelenggara, terutama Muhammadiyah setempat. Lebih baik lagi, jika Majlis/Lajnah Tarjih setempat yang menentukan dan memberikan petunjuknya.</strong> </p></blockquote>
<p>Saya pikir, penjelasan tersebut sudah cukup jelas, tak perlulah saya tambahi lagi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wppi.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wppi.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=56&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2008/09/06/hijab-ala-muhammadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lp3.umy.ac.id/IMAGES/GMB-PSW.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">LP3 UMY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian zina-hati dan mendekati-zina lainnya</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2008/08/28/pengertian-zina-hati-dan-mendekati-zina-lainnya/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2008/08/28/pengertian-zina-hati-dan-mendekati-zina-lainnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 18:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum… saya ingin menanyakan tentang hadits ini: Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=53&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Assalamu’alaikum… saya ingin menanyakan tentang hadits ini: Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah). dan “Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari). </p>
<p>yang ingin saya tanyakan apa yang di maksud dengan “semua itu dibenarkan oleh kelamin atau d gagalkan”…? apakah yang dimasud disini zina seperti melakukan hubungan suami istri, atau hanya merasakan adanya getaran ketika sedang berbicara (tidak secara langsung dan tidak berdua), apakah hal tersebut termasuk zina hati…?</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-53"></span>wa&#8217;alaykumus salaam&#8230;</p>
<p>Ungkapan &#8220;Dan semuanya dibenarkan atau ditidakkan oleh alat kelamin&#8221;, yang merupakan pengertian zina yang sesungguhnya, itu menunjukkan penjelasan terhadap &#8220;sesuatu&#8221; pada ungkapan-ungkapan sebelumnya.</p>
<p><em>Zinanya mata adalah melihat [sesuatu], zinanya lisan adalah mengucapkan [sesuatu], zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [sesuatu], sedangkan alat kelamin membenarkan atau mendustakan itu [semua]. …</em> (HR Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p>Jadi, &#8220;sesuatu&#8221; yang hendaknya kita hindari itu adalah <strong>yang mengarah pada hubungan kelamin</strong>. Inilah yang dimaksud dengan &#8220;sedangkan alat kelamin membenarkan atau mendustakan itu [semua]&#8220;. </p>
<p>Dengan demikian, <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/05/29/bolehkah-laki-laki-memandang-perempuan-dan-sebaliknya/">melihat nonmuhrim</a> <strong>tidak</strong> selalu merupakan zina mata. Yang tergolong &#8220;zina mata&#8221; (berzina dengan mata) adalah melihat dengan syahwat. Misalnya: <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/12/27/inilah-foto-porno-mahasiswi-berjilbab/">memandangi foto porno</a>, <a href="http://gaulgayarasul.wordpress.com/2008/08/01/cowok-ngintip-anunya-cewek-udah-biasa/">mengintip cewek mandi</a>, dsb.</p>
<p>Secara demikian pula, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/">menyampaikan kata-kata mesra kepada sang pacar</a> bukanlah tergolong &#8220;zina lisan&#8221;. Yang tergolong &#8220;zina lisan&#8221; adalah yang disertai dengan nafsu birahi. Contohnya: ucapan mesum kepada sang kekasih, “<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/15/contoh-pacaran-islami-ala-ibnu-qayyim-al-juziyah-7/">Aku ingin sekali meletakkan mulutku ke mulutmu berpagutan dalam ciuman.</a>”</p>
<p>Dengan demikian pula, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/31/aktivitas-pengobat-rindu/">merindukan si dia</a> atau pun merasakan getaran di hati ketika memikirkan si dia bukanlah tergolong &#8220;zina hati&#8221;. Pengertian &#8220;zina hati&#8221; (berzina dalam hati) adalah mengharap dan menginginkan pemenuhan nafsu birahi. Contohnya: berpikiran mesum, &#8220;Kapan-kapan aku akan ke tempat kostnya saat sepi tiada orang lain. Siapa tahu dia mau kuajak &#8216;begituan&#8217;.&#8221;</p>
<p>Demikian pula untuk &#8220;zina tangan&#8221;, &#8220;zina kaki&#8221;, dan berbagai aktivitas mendekati-zina lainnya</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wppi.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wppi.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=53&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2008/08/28/pengertian-zina-hati-dan-mendekati-zina-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari gini masih ada yang haramkan pacaran islami?</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2008/07/28/hari-gini-masih-ada-yang-haramkan-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2008/07/28/hari-gini-masih-ada-yang-haramkan-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 23:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Aduh duh hari gini masih ada yang mengharamkan pacaran yang islami? Ada yang tak mau tahu mana yang lebih kuat antara dalil yang menghalalkan dan yang &#8220;mengharamkan&#8221; pacaran islami. Kita lihat aja bagaimana cara beristimbath dan beristidlal orang-orang yang mengharamkan pacaran islami. Atau gini aja, kita lihat dari mana mereka mengharamkan pacaran yang islami. Apakah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=44&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aduh duh hari gini masih ada yang mengharamkan pacaran yang islami? Ada yang tak mau tahu <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/">mana yang lebih kuat</a> <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/">antara dalil yang menghalalkan dan yang &#8220;mengharamkan&#8221; pacaran islami</a>. Kita lihat aja bagaimana cara beristimbath dan beristidlal orang-orang yang mengharamkan pacaran islami. Atau gini aja, kita lihat dari mana mereka mengharamkan pacaran yang islami. <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/22/siapa-sajakah-ulama-terkemuka-yang-menetapkan-fatwa-haramnya-pacaran/">Apakah bersama mereka ini ada para ulama mu&#8217;tabar yang menfatwakan sama dengan fatwa mereka?</a></p>
<p><span id="more-44"></span>Kita telusuri aja bagaimana fatwa2 para ulama mu&#8217;tabar tentang masalah &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/cinta-pra-khitbah/">bercinta sebelum khitbah</a>&#8220;. Ini bisa ditelusuri di lajnah daimah, MUI, fatwa majelis tarjih Muhammadiyah, fatwa lajnah bahaits ad diniyah NU, atau fatwa para ulama lainnya. Seandainya tidak ada yang sama dengan fatwanya mereka, apalagi kalau semuanya bertentangan,,, subhanallah, tinggal kita menilai lebih kuat mana keilmuan mereka ini dengan para ulama dan syeikh itu, seperti <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/05/08/mesra-tanpa-zina/">Ibnu Hazm</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/">Ibnu Qayyim</a>, dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/kebebasan-bercinta/">Abu Syuqqah</a>&#8230; </p>
<p>Di suatu hadits, di jaman nabi, ditunjukkan bagaimana <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/">Nabi menghargai sepasang kekasih yang saling ekspresikan cinta</a>. Lha kalo yang mengharamkan pacaran islami malah <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/17/jajak-pendapat-perlukah-sensor/">menghujat</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/24/protes-keras-mengenai-fitnah-terhadap-diri-kami/">memfitnah</a>. Gimana tuh? </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wppi.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wppi.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=44&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2008/07/28/hari-gini-masih-ada-yang-haramkan-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekspresi Mesra Pranikah Sudah Dihalalkan (asalkan tidak mendekati zina)</title>
		<link>http://wppi.wordpress.com/2008/07/21/ekspresi-mesra-pranikah-sudah-dihalalkan-asalkan-tidak-mendekati-zina/</link>
		<comments>http://wppi.wordpress.com/2008/07/21/ekspresi-mesra-pranikah-sudah-dihalalkan-asalkan-tidak-mendekati-zina/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 09:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wppi.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ada perbedaan antara kita mengenai apa “yang sudah dihalalkan kepada kita”. Ibnu Hazm dan Abu Syuqqah berpandangan, ekspresi cinta di luar nikah yang mesra itu halal, asalkan tidak mendekati zina. Ekspresi tersebut tergolong sesuatu yang sudah dihalalkan kepada kita.
Mungkin akar permasalahannya adalah pada pengertian apa yang dimaksud dengan “mendekati zina”. Menurut kedua ulama tersebut, ekspresi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=42&subd=wppi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mungkin ada perbedaan antara kita mengenai apa “yang sudah dihalalkan kepada kita”. <a rel="nofollow" href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/12/06/perlukah-merahasiakan-rasa-cinta/"><span style="color:#666666;">Ibnu Hazm</span></a> dan <a rel="nofollow" href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/24/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-2/"><span style="color:#666666;">Abu Syuqqah</span></a> berpandangan, ekspresi cinta di luar nikah yang mesra itu halal, <em>asalkan tidak mendekati zina</em>. Ekspresi tersebut tergolong sesuatu yang <strong>sudah dihalalkan</strong> kepada kita.</p>
<p><span id="more-42"></span>Mungkin akar permasalahannya adalah pada pengertian apa yang dimaksud dengan “mendekati zina”. Menurut kedua ulama tersebut, ekspresi mesra di luar nikah <strong>itu pun dapat tergolong suci, penuh mawaddah dan rahmah</strong>. Ekspresi mesra seperti itu bukan mendekati zina. Yang mendekati zina (apabila bukan suami-istri) adalah <em><strong>yang disertai dengan nafsu birahi</strong></em>.</p>
<p>Kalau Anda dan komunitas Anda menganggap itu tergolong mendekati zina, silakan untuk tidak melakukannya. Kami menghargainya. Semoga Anda dan komunitas Anda juga menghargai saudara-saudara kita lainnya yang mengikuti pemahaman <a rel="nofollow" href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/12/06/perlukah-merahasiakan-rasa-cinta/"><span style="color:#666666;">Ibnu Hazm</span></a> dan <a rel="nofollow" href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/24/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-2/"><span style="color:#666666;">Abu Syuqqah</span></a>.</p>
<p>Dan Allah sajalah yang lebih tahu mana yang lebih benar diantara kita.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wppi.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wppi.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wppi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wppi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wppi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wppi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wppi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wppi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wppi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wppi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wppi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wppi.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wppi.wordpress.com&blog=2195010&post=42&subd=wppi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wppi.wordpress.com/2008/07/21/ekspresi-mesra-pranikah-sudah-dihalalkan-asalkan-tidak-mendekati-zina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>